Badan Anggaran Dewan Bahas KUA/PPAS 2021

Badan Anggaran DPRD Kota Banjarmasin mulai membahas rancangan KUA PPAS APBD tahun 2021

BANJARMASIN, KP – Badan Anggaran DPRD Kota Banjarmasin kembali membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Angggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2021.

Sebelumnya, pada 17 September lalu, DPRD menandatangani kesepakatan bersama terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan tahun anggaran 2020.

“Mulai Kamis (1/10/2020), Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Pemko Banjarmasin sudah melakukan pembahasan dan evaluasi terkait pokok-pokok urgensi untuk dituangkan dalam plafon anggaran 2021,” kata anggota Badan Anggran DPRD Kota Banjarmasin, Bambang Yanto Permono.

Kepada KP, Jumat (2/10/2020), Bambang Yanto mengatakan, rapat pembahasan KUA/PPAS APBD tahun anggaran 2021 itu, TPAD Pemko Banjarmasin dipimpin Plt Walikota Hermansyah.

Dan, pembahasan KUA PPAS tersebut ditargetkan selesai paling lambat akhir bulan ini. “Mengingat setelah tahapan ini selesai, Pemko akan menyampaikan RAPBD 2021, yang akan dibahas DPRD,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Ditambahkan, sesuai ketentuan berlaku, RAPBD untuk tahun berikutnya harus sudah disahkan menjadi APBD paling lambat akhirnya Nopember.

Berita Lainnya
1 dari 1.595

Sebelumnya dalam rapat paripurna DPRD Banjarmasin pada 17 September lalu, Walikota Ibnu Sina mengemukakan, KUA/PPAS APBD tahun 2021 diproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp1,3 triliun atau mengalami penurunan sekitar 23 persen dibanding tahun anggaran 2020 yang ditetapkan sebesar Rp1,7 triliun.

“Prediksi penurunan terhadap pendapatan daerah ini, karena kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19,” ujar Ibnu Sina.

Selain itu, karena belum turunnya dana alokosi khusus (DAK) dari pemerintah pusat lantaran masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres).

Dijelaskan dari seluruh pendapatan daerah itu, untuk belanja daerah ditargetkan sebesar Rp1,4 triliun atau mengalami penurunan Rp637 miliar dibanding tahun 2020 yang ditetapkan Rp2 triliun.

Meski pendapatan daerah diprediksi menurun, namun Walikota Ibnu Sina optimis pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2021 akan terus digenjot.

“Tentunya dengan sebuah harapan pandemi Covid-19 dapat teratasi, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berbagai kegiatan usaha di kota ini dapat kembali berjalan normal,” kata Ibnu Sina.

Disebutkan dalam APBD 2020 ini, PAD ditarget Rp396 miliar, namun akibat pandemi Covid-19 diturunkan menjadi Rp250 miliar. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya