Diikuti Ribuan Orang, Situasi Aksi Mahasiswa Sempat Pecah

Banjarmasin, KP – Sempat terjadi ketegangan antara petugas pengamanan dengan ribuan massa yang melakukan aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja yang saat ini tengah berlangsung di Kota Banjarmasin, Kamis (8/10) pagi.

Aksi tersebut pecah lantaran ribuan massa yang berasal dari elemen mahasiswa se-Kalimantan Selatan dan organisasi lainnya memaksa untuk masuk ke dalam gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Massa mendorong barisan pagar betis petugas Kepolisian yang berada di ring 1 pengamanan. Alhasil barisan terdepan dalam pengamanan tersebut terdorong ke belakang.

Massa memaksa masuk lantaran ingin bertemu dengan anggota Dewan Kalsel untuk menyuarakan aspirasi terkait Undang-Undang yang dianggap tidak pro-rakyat itu.

Berita Lainnya
1 dari 1.030

Bahkan, berdasarkan pantauan Kalimantan Post di Lokasi. Sempat terjadi aksi lempar sepatu dan botol oleh oknum massa yang tersulut emosi lantaran tidak diperkenankannya massa untuk masuk ke dalam Rumah Banjar itu.

Tidak lama setelah aksi massa pecah, terlihat Ketua DPRD Kalsel H Supian HK datang untuk menemui dan berdiskusi dengan ribuan massa di tengah Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Kalimantan Post, jumlah massa yang ikut dalam aksi penolakan Undang-Undang tersebut berjumlah lebih dari 1200 orang.

Mereka menuntut DPRD Kalsel untuk segera menghubungi Presiden untuk mengeluarkan Perpu, jika tidak maka massa mengancam akan bertahan di depan Gedung Dewan Kalsel.(Zak/KPO-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya