Dispora gelar pelatihan peningkatan Mutu Tenaga Keolahragaan

Dispora Kalsel menggelar Pelatihan Peneingkatan Mutu Tenaga Keolahragaan Pelatih dan Terapis Olahraga, tgl 26-28 Oktober 2020

Kadispora H Hermansyah buka pelatihan (Kp/nafarin fauzy)

Banjarmasin, KP – Sebanyak 112 pelatih dan Terapis di Kalimantan Selatan, mendapatkan ilmu tambahan di ajang Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Keolahragaan Pelatihan pelatih dan Terapis Olahraga, yang di gelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel 26-28 Oktober 2020 di aula Calamus Hotel Rattan inn Banjarmasin.

Para peserta terdiri dari pelatih perwakilan pengurus provinsi cabang olahraga, PPLP/PPLPD, JPOK ULM (Universitas Lambung Mangkurat), Uniska (Universits Islam Kalimantan) perwakilan BKOM dan Perwakilan Dispora Kalsel.

Kepala Dispora Kalsel Hermansyah mengatakan, pelatihan diharapkan dapat meningkatkan para SDM pelatih fisik, terapis yang handal dimasa akan datang.

“Sehingga ini bisa diharapkan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai teknik dasar dan penyusunan program kepelatihan,” kata Hermansyah.

Dia mengharapkan pelatihan diikuti dengan sungguh-sungguh dan benar-benar menghasilkan pelatih dan terapis yang berkualitas, sehingga jangan sampai menimbulkan kesan kegiatan hanya sekedar menghambur-hamburkan uang.

Sementara Ketua Pelaksana M Fitri Hernadi melaporkan, kegiatan ini diisi narasumber yang kompeten dibidangnya yakni Tri Irinato MKes dari JPOK ULM, Dwi Handoko dan tim PPFI (Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia).

Berita Lainnya

RDP berikan apresiasi Untuk atlet IODI

1 dari 265

“Kegiatan ini bersifat positif sehingga diharapkan para peserta untuk bisa menyimak kegiatan dengan baik,” harapnya.

Waka Binpres PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Kalsel Deddy Achdiyat mengatakan, pihaknya menyambut gembira kegiatan tersebut yang merupakan keinginan yang sangat lama oleh para pelatih untuk meningkatkan ilmu kepelatihannya.

Dalam kesempatan itu, Deddy sangat berharap peran terapis bagi atlet sangat diperlukan, tidak hanya saat pelaksanaan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) saja bisa juga kejuaraan lain.

“Peran terapis sangat diperlukan saat latihan jadi tidak hanya saat kejuaraan saja. Sebab disaat atlet mengeluhkan sakit, terapis bisa memberikan tindak lanjut sehingga cedera yang dialami tidak terlalu parah,” sebut dia.

Deddy juga meminta terapis yang disiapkan di ajang PON XX Papua 2021 nanti, benar benar bekerja dan mengabdi bagi daerah. Pelaksanaan PON tidak hanya sekedar ajang jalan jalan saja tapi juga membantu dalam hal kesehatan atlet.

“Pengalaman kami dua kali PON, terapis memilih kabur karena atlet dayung bertanding jauh dari keramaian ibukota atau enam jam dari kota. Ketika bertanding terapis merasa kesepian sehingga memilih meninggalkan atlet ketika ditanya alasannya kotanya sepi. Ini menjadi dilema bagi kami,” tambah Deddy.

Terapis yang diterjunkan juga hendaknya yang berpengalaman tidak hanya terapis muda atau mahasiswa.

“Kalau yang muda atau mahasiswa takutnya nanti kabur lagi seperti dua kali PON sebelumnya. Apalagi PON kali ini di Papua daerah untuk cabor dayung sangat jauh dari kota, tentu saja sangat sepi, hanya atlet dan pelatih yang mampu bertahan,” pungkas Deddy. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya