Dongkrak Pariwisata Banjarmasin, Dishub Bangun Shelter Air di Dua Lokasi

Banjarmasin, KP – Guna meningkatkan potensi pariwisata, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin membangun dua buah shelter air atau halte di dua lokasi berbeda.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kota Banjarmasin, Erwin Rifansyah mengatakan, dua shelter tersebut masing-masing berada di Kelurahan Sungai Lulut da Kelurahan Sungai Jingah.

“Keduanya dibangun pada awal September kemarin,” ucapnya saat ditemui Kalimantan Post di ruang kerjanya, Senin (19/10) siang.

Ia menambahkan, untuk pembangunan shelter air yang berada di Kelurahan Sungai Lulut sendiri memakan dana dari APBD Kota Banjarmasin sebesar Rp 197.238 Juta.”Shelter air di sungai lulut ini didesain berbentuk T,” ujarnya

Sementara shelter air di Kelurahan Sungai Jingah dibangun dengan bentuk L dengan anggaran sebesar Rp 195.693 Juta.

Ia menegaskan, bahwa kedua bangunan yang saat ini tengah dalam masa pengerjaan itu bukan bangunan liar. Namun itu merupakan bangunan milik pemko yang dibuat untuk membuat nyaman warga pengguna alat transportasi air.

“Nanti warga yang menggunakan prahu atau kelotok yang berjualan di sekitar pasar sungai lulut bisa dengan nyaman menyandarkan kelotoknya di sana,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.859

Bahkan, pria dengan sapaan Erwin itu menambahkan, bahwa nanti disana akan dijadikan salah satu dermaga kelotok wisata yang membawa para wisatawan menyusuri sungai di Kota Banjarmasin dan ke Pasar Terapung. Begitu juga untuk shelter air yang ada di Kelurahan Sungai Jingah.

Untuk itu, Dishub akan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin agar bisa memaksimalkan fungsi dari fasilitas umum milik Pemerintah Kota Seribu Sungai ini.

Berdasarkan pantauan Kalimantan Post di lokasi pembangunan shelter air Sungai Jingah, juga terdapat pembangunan gerai terapung milik Disnas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin.

Dari pengakuan pekerja yang mengerjakan proyek tersebut, nantinya gerai terapung tersebut akan diisi oleh hasil penjualan sasirangan yang berasal dari usaha milik warga kampung sasirangan Sungai Jingah.

“Hal ini tentu kita harap menjadi perangsang agar bisa meningkatkan perekonomian kita dari sektor pariwisata di Banjarmasin,” ungkap Erwin.

Karenanya, ia menargetkan kedua proyek pembangunan shelter air tersebut bisa selesai sebelum tanggal 1 Desember 2020.

“Jika sudah selesai, nantinya akan kota koordinasikan kepada pihak kecamatan dan keluruhan setempat untuk mengelola dan merawat shelter air itu. Seperti oengelolaan parkir dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya