Jika Ikut-ikutan Demo, Sanksi Sekolah Nilai Ulangan Dikurangi Hingga Tak Naik Kelas

Banjarmasin, KP- Jika ikut-ikutan demo, anak anak sekolahan akan diberikan sanksi para guru dengan nilai ulangan dikurangi hingga tak naik kelas.

Itu menyusul adanya didapati ketelibatan siswa di aksi demo menyampaikan aspirasi yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di Kota Banjarmasin yang menentang UU Cipta Kerja.

Dan menjadi keprihatinan tersendiri semua kalangan, pasalnya, aksi unjuk rasa dilakukan dimasa pandemi Covid-19, bahkan melibatkan siswa tingkat SMA/SMK.

“Kami akan beri sanksi tegas, jika ada murid SMA Negeri 3 Kota Banjarmasin yang ikut-ikutan demo soal UU Cipta Kerja.

Tugasnya belajar, siswa SMA dilarang ikut-ikutan demo,” kata Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Banjarmasin, Drs Syarifuddin Selasa (27/10/2020).

Dikatakan Syarifuddin pihak sekolah sudah mengeluarkan surat edaran dan himbauan kepada siswa dan orang tua, agar tak mengikuti kegiatan demo.

Berita Lainnya
1 dari 3.199

“Dalam surat edaran itu, kami tegaskan bahwa pihak sekolah tak akan mentolerir. Jika ada siswa SMAN 3 secara terang-terangan ikut aksi demo UU Cipta Kerja. Siswa bisa tidak naik kelas atau nilai ulangannya kami kurangi,” katanya.

Sementara Ihsan salah satu warga Jalan Kuripan Banjarmasin setuju jika anak pelajar yang ikut-ikutan demo diberi sanksi tegas oleh pihak sekolah.

“Pelajar SMA rata-rata belum mengerti soal aksi demo yang dilakukan oknum mahasiswa.

Jadi sebaiknya aksi demo dimasa pandemi lebih diperhatikan dampaknya, bila perlu dilarang,” katanya, yang seharinya guru mengaji ini.

Informasi yang diterima, beberapa elemen mahasiswa di Kota Banjarmasin akan melakukan demo ke gedung DPRD Kalsel antara Rabu dan Jumat mendatang,

Personil Polda Kalsel pun akan kembali diterjunkan dalam mengawal demo tersebut. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya