Pasien Isolasi Jadi Perhatian Wagub Kalsel, Kapolda dan Danrem 101 Antasari

Banjarmasin, KP – Pasien isolasi jadi perhatian Wagub Kalsel, Kapolda dan Danrem 101 Antasari dan dipindahkan untuk menjalani karatina.

Naik sepeda motor Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudy Resnawan, bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH dan Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari, Brigjen TNI  Firmansyah,serta Forkopimda menyambangi rumah yang terkena Isolasi Mandiri, Selasa (6/10/2020).

Para rombongan langsung menuju ke rumah berinisial QFM (25), di Jalan Gerilya Kompleks Graha Mahatama, Blok Kasturi RT 23 Kelurahan Tanjung Pagar Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Kedatangan disambut Kapolresta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan SIk, Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel M. Leo Pola Ardiansa Saragi, Waka Polresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo SIk MH, Camat Banjarmasin Selatan, Drs M Yusrin, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol H Idit Aditya S Sos.’

Termasuk, Kanit Bimnas Polsek Banjarmasin Selatan, AKP Jahirin, Kanit Intelkam Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Umprasetyo Hari SH, Kepala Puskemas Beruntung Raya, dr. Santi.

Tujuannya dipindahkan ke rumah Karantika Covid-19, agar mencegah munculnya kembali klaster baru di Kelurahan Tanjung Pagar pada khususnya dan Kota Banjarmasin pada umumnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.038

Wakil Gubernur Kalsel, menyerahkan bantuan Sembako kepada QFM, yang diwakili Ketua RT23 Jalan Kasturi Mahatama, Purnomo.

Usai acara, Wagub mengatakan, jadi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melaksanakan isolasi mandiri permukiman, maka diupayakan  berpindah di tempat khusus, yakni Karantina Covid-19.

“Tujuannya agar nantinya dapat terlayani, dan ini merupakan kebijakan pemerintah.

Contoh pasien OTG yang mau dipindahkan ke tempat isolasi khusus,” ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Beruntung Raya, dr Santi mengatakan, untuk QFM mengalami gejala sekitar 10 hari dan yang bersangkutan merasa dirinya terkena Covid, sehingga memeriksakan dirinya ke Puskesmas Beruntung Raya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dengan rapid tes dan swab, hasilnya dinyatakan positif.

“Bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah selama 10 hari dan selama ini pihak keluarga mengantarkan makanan disertai kebutuhan sehari-hari,” pungkas dr Santi. (fik/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya