BI Selenggarakan Pelatihan Bagi Jurnalis Ekonomi

Banjarmasin, KP – Untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi jurnalis, khususnya wartawan ekonomi di Kalimantan Selatan, Bank Indonesia selenggarakan pelatihan dengan tema Jurnalisme Digital dan Digital Competence Memperkuat Kompetensi Profesi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring mengharapkan kegiatan ini dapat membantu peningkatan kapasitas jurnalis, khususnya wartawan ekonomi dalam membuat berita.

” Dengan memanfaatkan teknologi digital, para wartawan dapat berbagi berita dan informasi dengan tepat dalam berbagai platform sesuai dengan kemajuan jaman,” ujarnya saat membuka acara ini di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis (19/11).

Dia menambahkan, dengan adanya pelatihan ini membuka wawasan dan pengetahuan wartawan dalam pemanfaatan tekhnologi digital ini.

Pelatihan menampilkan nara sumber utama, H.Muhammad Nuh, Ketua Dewan Pers yang antara lain menyampaikan bahwa pelatihan wartawan jurnalis ekonomi Kalsel tahin 2020, merupakan satu upaya meningkatkan kompetensi wartawan

“Kompetensi wartawan menjadi ukuran terbesar, sehingga menjadi wartawan-wartawan spesialis di bidang tertentu,” ujar Muhammad Nuh.

Berita Lainnya
1 dari 528

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini juga menampilkan nara sumber lain dari Bank Indonesia Perwakilan Kalsel.

Peserta yang berjumlah 36 orang, juga mendapat materi tentang keaslian mata uang rupiah serta UPK Rp 75.000 yang diluncurkan bertepatan dengan Hut ke 75 Kemerdekaan RI.

Suasana pelatihan menjadi sedikit hidup saat pemateri menggelar kuis melalui aplikasi Kahoot khusunya menyangkut UPK Rp 75.000.

Peserta yang terdiri dari jurnalis berbagai media lokal maupun nasional ini, serius mengikuti materi demi materi yang disampaikan, khususnya menyangkut perekonomian Kalsel di era pandemi covid-19.

Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalsel agar tidak lagi tergantung dengan komoditas batubara juga dikupas dalam pelatihan tersebut.

BI mendukung kegiatan-kegiatan perekonomian untuk bangkit, seperti menggalakan pariwisata serta lebih menggalakan sektor UMKM, yang cukup tangguh bertahan di tengah kesulitan perekonomian yang dihadapi.

Sesi tanya jawab menjadi momentum yang menimbulkan suasana gembira karena selalu diselingi dengan pantun-pantun lucu yang cukup menggelitik. (lia/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya