BPBD Balangan Imbau Masyarakat Waspada Banjir dan Longsor

Paringin, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam tetap waspada. Mengingat, saat ini musim penghujan.

“Bulan ini kan sudah mulai turun hujan. Untuk itu masyarakat yang berada di lokasi-lokasi yang biasa terjadi bencana seperti banjir dan longsor, untuk berhati-hati. Tapi mudah-mudahan saja kita berharap tidak ada bencana,” ujar Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love, Senin (09/11).

Ia mengatakan, daerah yang rawan bencana di Balangan saat musim hujan, setidaknya ada 5 kecamatan yang masih terendam banjir dan rawan banjir. Salah satunya kawasan yang masih rawan banjir di Kecamatan Halong.

Terdiri dari beberapa desa yang rawan banjir antara lain Baruh Panyambaran, Tabuan, Mantuyan, Buntu Pilanduk, Binju, Bangkal, Binjai Punggal, Puyun, Mantuyan dan Kapul serta Desa Hauwai.

Kedua di Kecamatan Juai terdiri dari beberapa desa yang rawan banjir antara lain Juai, Lalayau, Mihu, Bata, Galumbang, Mungkur uyam, Sirap dan Desa Bata.

Ketiga di Kecamatan Lampihong terdiri dari beberapa desa yang rawan banjir antara lain Trans papuyuan, Matang Lurus, Tanah Habang, Teluk Karya, Pimping dan Matang Hanau.

Berita Lainnya

BPBD Minta Waspada Musim Hujan

1 dari 342

Empat, Kecamatan Awayan terdiri dari beberapa desa yang rawan banjir antara lain Desa Putat Basiu, Desa Badalungga, dan Desa Awayan Pasar

Kelima di Kecamatan Tebing Tinggi terdiri dari beberapa desa yang rawan banjir antara lain Desa Ju’uh, Desa Sungsum, dan Desa Mayanau.

Namun disamping kelima kecamatan itu, ditiga kecamatan lainnya seperti kecamatan Paringin Selatan, Paringin dan kecamatan Batumandi juga masuk kategori rawan banjir.

“Bila banjirnya cukup dalam maka ketiga kecamatan itu akan terdampak kena banjir juga, tapi diwilayah pinggiran sungai,” jelas Alive.

Diakuinya, banjir di wilayah Balangan berbeda dengan diwilayah lain. Banjir di Balangan ini genangan air tidak lama.

“Kalau kita di Balangan ini banjirnya tidak pernah lama, paling lama 1-2 hari, apalagi di daerah atas seperti kecamatan Halong dan Tebing Tinggi paling lama 1 hari, karena airnya cepat turun,” imbuhnya. (jun/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya