Empat SMP Akan Gelar Sekolah Tatap Muka

Sedangkan sekolah lain masih belum melaksanakannya lantaran tingkat persentase izin dari orang tua siswa-siswa dibawah standar yang sudah ditentukan.

BANJARMASIN, KP – Usai menggelar rapat bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memutuskan hanya 4 sekolah di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin yang diperbolehkan menggelar pembelajaran dengan sistem tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, jumlah sekolah yang disetujui tersebut merupakan hasil dari kesepakatan pihak sekolah dengan para orang tua siswa.

“Lebih dari 82 persen orang tua di empat sekolah ini rata-rata setuju untuk digelar pembelajaran tatap muka,” ucapnya saat dihubungi awak media usai melakukan rapat bersama sejumlah guru SMP di Kota Banjarmasin, Selasa (3/11) sore.

Ia memaparkan, sistem pembelajaran tatap muka batu bisa dilakukan oleh SMPN 31, SMPN 7, SMPN 10 dan SMPN 12. Sedangkan sekolah lain masih belum melaksanakannya lantaran tingkat persentase izin dari orang tua siswa dibawah standar yang sudah ditentukan.

Berita Lainnya
1 dari 1.820

“SMP yang lain persentase persetujuan orang tuanya masih menunjukan dibawah 79 persen,” bebernya.

Sistem pembelajaran tatap muka tersebut mulai digelar pada minggu kedua di bulan ini, yakni pada tanggal 16 November mendatang.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sendiri telah memberikan dua formulir yang berbeda kepada masing-masing orang tua siswa. Salah satunya berupa formulir yang isinya persetujuan dan akan dibawa pada saat masuk sekolah.

Sedangkan formulir satunya berupa kuesioner yang berisikan pilihan setuju atau tidak setuju dan dijawab secara online oleh orang tua siswa yang bersangkutan.”Kita perkirakan tanggal 10 keatas keempat sekolah ini sudah bisa buka,” tukasnya.

Ketika ditanya mengenai sarana dan prasarana protokol kesehatan di sekolah, totok menyebut bahwa itu merupakan kewenangan masing-masing kepala sekolah untuk menyiapkannya semuanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan bekerjasama dengan gugus tugas dalam hal pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan sekolah. “Masing-masing sekolah ini akan kita visitasi terlebih dahulu untuk mengecek siap atau belumnya dalam menerapkan protkes untuk pembelajaran tatap muka,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya