Kisah Anak Sholeh Zaman Nabi Musa

Oleh : M. Bushairie Ahmad
Pengurus BPM Dan Yayasan At-Taqwa KM 4,5 B. Masin

Nabi Musa As adalah seorang Nabi yang langsung berkata-kata dengan Allah SWT, disebutkan dalam Alquran Wakallahu Musa Taklima. Setiap kali hendak bermustajab, berdoa, mohon doa, Nabi Musa naik ke bukit Tursina diatas Bukit itulah Nabi Musa akan berbicara dengan Allah SWT. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga spontannitas. Ini kelebihan Nabi Musa yang tidak dimiliki oleh Nabi lain.

Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah siapakah orang di surga nanti yang akan bertetangga denganku? Allah SWT menjawab dengan menyatakan nama menyatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawaban, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan menuju tempat yang diberitahukan tersebut, setelah beberapa hari berjalan-jalan, akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat yang dimaksud dengan bantuan beberapa orang penduduk disitu, Nabi Musa pun berhasil bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam Nabi Musa beliau dipersilahkan masuk rumah dan duduk di ruang tamu. Namun

tuan rumah itu langsung tidak melayani Nabi Musa Dia justru masuk ke dalam kamar dan melakukan sesuatu di dalam rumah itu. Tak lama kemudian Dia keluar sambil membawa seekor Babi Betina yang besar. Babi itu digendongnya dengan hati-hati Nabi Musa terkejut melihatnya.

Ada apa ini? Kata Nabi Musa berbisik risih dalam hatinya penuh dengan keheranan. Babi itu dibersihkan dan dimandikannya dengan baik. Setelah itu Babi dilap dengan kering dengan handuk lalu dicium dan dipeluknya, kemudian diantarkan kembali ke dalam kamar. Tidak lama lagi laki-laki itu keluar dari kamar sekali lagi membawa pula seekor Babi jantan yang lebih besar dari betina. Kemudian dilap hingga kering dengan handuk dan dibelai-belai, dipeluk, dan dicium dengan rasa haru dan kasih sayang yang melekat. Babi itu kemudian diantar ke dalam kamar rumahnya.

Selesai kerjanya memandikan dua ekor Babi betina dan Babi jantan, baru melayani Nabi Musa, Wahai saudaraku Apa agama kamu? Tanya Nabi Musa, Jawab laki-laki itu, “Aku agama Tauhid jawab pemuda itu yaitu agama Islam”, lalu “Mengapa kamu membelai babi? Kita tidak boleh berbuat begitu,” kata Nabi Musa, Wahai Tuan, kata pemuda itu. Sebenarnya kedua babi betina dan jantan adalah ibu bapak kandungku. Oleh karena itu mereka telah melakukan dosa yang sangat besar kepada Allah SWT mahakuasa segala-galanya, lalu Allah telah mcngganti wajah mereka menjadi babi yang buruk rupanya, soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain itu urusannya dengan Allah SWT. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan sebagai kewajiban

Berita Lainnya
1 dari 181

sebagai anak kandungnya. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibu bapakku sebagaimana Tuan Nabi Musa lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi rupa babi aku tetap melaksanakan tugasku sebagai anak yang sholeh. Setiap hari aku berdoa kepada Allah SWT agar mereka diampuni semua dosa besar yang dilakukan. Aku bermohon kepada Allah supaya menukarkan wajahnya, muka mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah masih belum

mengabulkannya lagi, ujar dan tambah pemuda itu lagi.

Maka ketika itu juga Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Musa As, “Wahai Musa inilah orang yang akan bertetangga dengan kamu nanti di surga. Baktinya yang sangat tinggi kepada kedua orang tua Ibu Bapaku yang sudah buruk dengan rupa Babi pun Dia berbakti juga.

Oleh karena itu kami naikkan maqamnya sebagai anak yang sholeh disisi kami Allah SWT berfirman lagi karena dia ‘berada di maqam anak yang sholeh disisi kami, maka kami (ujar Allah) kami angkat doanya. Tempat kedua Ibu Bapaknya yang kami sediakan neraka, telah kami pindahkan ke dalam tempatnya di surga, itulah berkat anak sholeh yang berbuat bakti kepada kedua orang tuanya. Doa amal sholeh dapat menebus dosa kedua orang tuanya akan masuk ke dalam neraka dan dipindahkan ke dalam surga.

Walau bagaimanapun buruknya sekalipun perangai kedua orang tuanya menyeretnya masuk neraka. Dengan penuh kegigihan seorang anak sholeh untuk berbuat bakti kepada kedua ibu bapaknya, dosa besar kedua ibu bapaknya, bukan urusan kita, Allah SWT yang berbuat sekehendaknya sesuai dengan qudrat dan iradahnya yang berlaku. Amin yarabbal alamin Semoga

bermanfaat bagi pembaca yang budiman. Jazakallahu Khairan Katsira. Syukron Wa afwan.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya