Mencegah Kecurangan, Mengawal Perolehan Suara, ANIS Siapkan 666 Saksi

Berita Lainnya

Pemkab Balangan Terima Penghargaan dari BKN  

KNPI Balangan Gelar Rakerda II 2020

1 dari 339

Paringin, KP – Demi mencegah terjadinya kecurangan dan mengawal perolehan suara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Balangan Nomor Urut 2, H Ansharuddin-M Noor Iswan (ANIS) pada Pilkada Balangan 9 Desember 2020, Tim Pemenangan ANIS memberikan pelatihan terhadap para saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dilakukan secara maraton di 157 desa dan kelurahan mulai tanggal 18-21 November 2020 di Kabupaten Balangan.
Kepala Badan Saksi DPD Partai Golkar Balangan, Sandi mengatakan, saksi adalah seseorang yang ditugaskan untuk mengawasi jalannya pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara pada masing-masing tingkatan penyelenggaraan pemilihan umum, baik di KPPS, PPS, PPK, dan KPU.
“Sekarang kita sedang memberikan pelatihan terhadap para saksi di 157 desa dan kelurahan di Balangan. Pelatihan dibagi dalam dua shift atau bergilir pada pagi dan sore. Setiap pelatihan pesertanya 50 orang saksi, yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Sandi, saat menyampaikan materi pelatihan saksi di Desa Timbun Tulang, Batumandi, Balangan, Rabu (18/11) kemarin.
Setiap TPS, kata Sandi, pasangan ANIS menempatkan dua orang saksi. Saksi dalam dan saksi luar. Apabila jumlah TPS sebanyak 333 TPS se-Balangan, maka seluruh saksi yang mereka tempatkan dalam mengawal jalannya pencoblosan dan perhitungan suara dalam Pilkada Balangan 9 Desember 2020 ini, adalah sebanyak 666 orang saksi.
Calon petahana Bupati Balangan Nomor Urut 2, H Ansharuddin menambahkan, ditempatkannya saksi bertujuan mencegah terjadinya kecurangan pemilu di TPS. Apalagi, kecurangan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik penyelenggara maupuan peserta. Caranya beragam, bisa dengan mengacak, memecah, menjauhkan pemilih sehingga memunculkan pemilih siluman.
Selain itu, ujar Anshar, kecurangan lainya adalah memberikan undangan pencoblosan kepada pemilih siluman, serangan pajar, money politik, diintimidasi penyelenggara, oknum mencoblos sendiri, memilih semaunya saat lengah, rekayasa data C1, dan menambah pemilih untuk mendulang suara pasangan tertentu.
“Saya hanya ingin menghendaki Pilkada Balangan 9 Desember nanti berjalan sesuai asas pemilihan umum, yakni langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber), sehingga pesta demokrasi di daerah ini berjalan aman, damai, dan lancar. Tanpa adanya kecurangan baik oleh penyelenggara maupun peserta pemilu,” ujar Anshar.(ADV/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya