Persetujuan Orangtua soal Belajar Tatap Muka di SMPN 7 Banjarmasin Alami Penambahan

Banjarmasin, KP – Setelah kurang lebih sepekan tertib melaksanakan simulasi belajar tatap muka di SMPN 7 Banjarmasin, beberapa orangtua murid yang semula tidak setuju dengan belajar tatap muka di sekolah, merubah keputusannya menjadi setuju.

Kepala SMPN 7 Banjarmasin Kabul menjelaskan, ada sembilan orangtua murid yang baru menyetujui belajar tatap muka, setelah melihat proses belajar di sekolah.

“Alasannya beragam, ada yang mengaku baru tahu kalau belajar sistem shifting, dan menjaga jarak, dan ada juga yang mengaku baru tahu kalau murid yang hadir di sekolah tidak semuanya,” katanya kepada awak media. Rabu (25/11) siang.

Menurutnya, sembilan orangtua siswa tersebut kemudian diminta untuk datang ke sekolah, guna menyampaikan surat pernyataan persetujuan belajar tatap muka.

Berita Lainnya
1 dari 2.139

“Ya mereka kami minta untuk membuat surat pernyataan, yang ditandatangani di atas materai,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak sekolah kembali menjadwalkan para murid yang baru memulai belajar tatap muka di sekolah, namun dengan tetap memperhatikan jumlah murid di setiap kelas.

“Murid yang baru masuk, akan ikut jadwal belajar selanjutnya, tidak bisa hari ini datang hari ini juga belajar tatap muka,” jelas Kabul.

Meski mengalami penambahan persetujuan orangtua dalam proses belajar tatap muka, pihak SMPN 7 tetap konsisten dengan kapasitas ruang belajar yang telah disepakati, yakni 33,3 persen setiap harinya.

“Jadi walau ada bertambah, tetap 33,3 persen yang masuk ke sekolah. Sampai ini kami belum berencana menambah hingga kapasitas maksimal 50 persen,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya