Revisi Perda Rencana Induk Keparawisataan Diapresiasi

Banjarmasin KP – Anggota DPRD Kota Banjarmasin Bambang Yanto Permono mengapresiasi, pihak Pemko yang mengajukan usulan untuk merivisi Perda Nomor : 11 tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Keparawisataan Daerah (RIPKD) Kota Banjarmasin.

Masalahnya, Perda itu dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan pariwisata Kota Banjarmasin saat ini. ” Alasan lain karena perkembangan parawisata semakin cepat, sehingga harus diikuti dengan perubahan,” kata Bambang Yanto Permono.

Kepada KP Minggu (29/11/2020) Wakil ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin ini, rencana induk Keparawisataan sangat penting agar Pemko Banjarmasin memiliki program dan arah yang jelas dalam upaya pengembangan parawisata kota ini.

Persoalan sekarang lanjutnya, ketika Perda itu nantinya direvisi tinggal keseriusan Pemko mengimplementasikan sesuai program yang direncanakan.

Menurutnya, program pengembangan dan peningkatan parawisata sangatlah penting karena ia tidak hanya menguntungkan menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat, tapi sisi juga diharapkan mampu memberikan peningkatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berita Lainnya

Banjarmasin Bantah Terapkan PPKM Level IV

1 dari 3.184

“Apalagi Pemko sendiri pada tahun 2015 telah mencanangkan Banjarmasin sebagai tujuan wisata sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Program Pembangunan Jangka Menengah Kota Banjarmasin,” kata politisi dari Partai Demokrat itu.

Lebih jauh ia mengemukakan, peningkatan pembangunan insfrastruktur terlebih pengembangan sektor dan kepariwisataan saat ini mendesak untuk segera dilakukan pembenahan.

Upaya itu harus dilakukan ujar Bambang Yanto, mengingat Banjarmasin sudah ditetapkan sebagai kota metropolitan, sehingga ketika para wisatawan berkunjung di kota ini diharapkan menjadi betah.

“Jangan malah sebaliknya memberikan kesan kurang menarik ,” katanya.

Pada bagian lain ia mengungkapkan, salah satu pengembangan keparawisataan yang perlu ditingkatkan diantaranya objek wisata religius lantarannya keberadaan terkesan kurang mendapat sentuhan.

‘’Padahal objek wisata religius di kota Banjarmasin cukup banyak dan tidak kalah menarik untuk dikunjungi para wisatawan jika dibanding dengan objek wisata religius di daerah lain seperti yang ada di pulau jawa,’’ demikian kata Bambang Yanto. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya