Sebagian Orang Tua Siswa Tolak Belajar Langsung

Alasan orang tua takut putra-putrinya masuk sekolah dengan bertatap muka, karena ada kekhawatiran terpapar Covid-19 yang dari pengetahuan mereka virus tersebut masih belum hilang

BANJARMASIN, KP – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin dipastikan dilaksanakan mulai hari ini Senin (16/112020).

Namun dibukanya kembali pembelajaran secara langsung di sekolah, sejak Maret 2020 terpaksa ditiadakan guna nengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) ini tidak semua orang tua siswa menyetujui.

Dari informasi diterima, umumnya karena orang tua beralasan masih takut anaknya terpapar Covid-19. Sebagaimana dikemukakan salah seorang orang tua siswa SMP 31 dengan alasan covid-19 masih belum benar-benar mereda.

” Kendati sebagian besar kelurahan di Banjarmasin dinyatakan sudah zona hijau, namun wabah ini masih harus terus diwaspadai sampai benar-benar dinyatakan aman,” kata salah seorang tua siswa SMP 31 yang namanya minta jangan ditulis.

Kepada {KP} Minggu (15/11/2020) ia mengakui, meski dalam pembelajaran tatap muka langsung di sekolah menerapkan protokoler kesehatan yang ketat, namun ia tidak yakin dipatuhi para siswa.

Sementara tua yang menyetujui beralasan, karena sudah jenuh mendampingi anaknya belajar di rumah yang selama pandemi dilaksanakan sistem online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sebagian orang tua lainnya mengaku, karena harus bekerja mereka tidak bisa mendampingi anaknya selama PJJ .

Berita Lainnya
1 dari 1.859

” Seperti saya bekerja sebagai ASN, sementara suami juga sibuk bekerja, sehingga tidak bisa mendampingi anak saya selama dilaksanakannya pembelajaran sistem online,” ujar Farihah.

Segaimaba diberitakan, Dinas Pendidijab Kota Banjarmasin mulai Senin (16/11/2020) mulai membuka pembelajaran tatap muka langsung SMP.

Meski demikian tidak semua melaksanakannya. Atas kebijakan yang diambil pembelajaran tatap muka langsung hanya SMP 31, SMP 7, SMP 10, dan SMP 12, sementara SMP lainnya belum bisa melaksanakannya.

” Dibukanya kembali pembelajaran tatap muka langsung inipun dari hasil kesepakatan keempat SMP tersebut Selain itu orang tua masing-masing sekolah bersangkutan juga setuju dengan total 82 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Totok Agus Daryanto belum lama ini.

Dikemukakan, terhadap SMP sekolah lain persentasi persetujuan orang tuanya masih menunjukan dibawah 79 persen, PJJ tidak dilaksanakan.

Totok Agus Daryanto menjelaskan, sebelumnnya setiap orang tua siswa diberikan dua formulir yang berbeda dimana satu berupa formulir yang isinya persetujuan.

Kalau setuju maka formulir itu dibawa pada saat masuk sekolah, sedangkan formulir satunya berupa kuisioner yang berisikan pilihan setuju atau tidak setuju dan dilakukan langsung secara online oleh orang tua yang bersangkutan.

Menyinggung penerapan protoker kesehatan ia mengemukakan, pihak sekolah sudah siap.” Namun kita masih terus bekoordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19,” demikian kata Totok Agus Daryanto. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya