Sosong New Normal, Wisata Siring di Banjarmasin akan Dibuka di Masa Pandemi

Banjarmasin, KP – Guna mengembalikan ruh pariwisata susur sungai di Kota Banjarmasin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin melakukan pembekalan kepada pedagang pasar terapung dan motoris kelotok wisata, Rabu (4/11) siang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Haq mengatakan, pembekalan tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan pembukaan siring menara pandang dan sekitarnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini kita lakukan agar para motoris kelotok wisata dan acil-acil pasar terapung bisa memahami bagaimana penerapan protokol kesehatan saat wisata andalan kota seribu sungai ini sudah dibuka,” ucapnya pada Kalimantan Post usai memberi arahan pada peserta sosialisasi tersebut.

Ia membeberkan, bahwa Disbudpar sendiri telah melakukan koordinasi terkait rencana pembukaan wisata siring tersebut dengan pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin.

“Baru sekedar koordinasi secara lisan saja. Untuk koordinasi resminya akan dilakukan dalam waktu dekat ini, kira-kira satu atau dua hari kedepan,” ungkapnya.

Jika disetujui oleh Gugus Tugas, maka ia memastikan akan melakukan kerjasama dengan pihak UPT Siring dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Banjarmasin dalam hal pengawasan protokol kesehatan di tempat wisata.

“Intinya dalam pengawasan kita akan bekerjasama dengan pihak unsur TNI-Polri dan Satpol-PP Kota Banjarmasin,” tukasnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.859

Pria dengan sapaan Ihsan itu mengaku bahwa pengawasan yang ketat di tempat wisata, terutama siring dan wisata susur sungai adalah bentuk upaya dari Pemerintah Kota (Pemko) agar jangan sampai terjadi penularan Covid-19.

“Kita tidak ingin wisata di Banjarmasin menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, kepada para motoris kelotok wisata agar bisa menerapkan upaya pencegahan Covid-19 ini dengan baik dan disiplin. Seperti membatasi jumlah penumpang dalam satu kali berangkat.

“Misalnya kelotok dengan kapasitas 24 orang, harus diisi 50 persen dari jumlah itu. Jadi satu mereka hanya bisa mengangkut 12 orang, dalam satu kali susur sungai,” jelasnya.

Selain itu, seluruh penumpang juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan harus melalui pendeteksian suhu tubuh.

Sehingga, ia berharap dengan adanya rencana pembukaan wisata siring ini bisa mengembalikan kondisi perekonomian warga, khususnya bagi para acil pasar terapung dan motoris kelotok wisata.

Sementara itu, salah satu perwakilan motoris kelotok wisata di Siring Bekantan, Zainal Arifin mengaku sangat senang dengan adanya rencana pembukaan wisata andalan kota seribu sungai tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat senang, selama hampir 7 bulan ini penghasilan kami para motoris kelotok wisata sangat minim. Bahkan dalam satu minggu hanya ada dua kelotok yang beroperasi,” ujarnya singkat.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya