Dinas PUPR Ancam Pengepul Besi Bekas Jika Beli Tutup Hole Drainase

Banjarmasin, KP – Guna mempersempit pergerakan pelaku pencurian puluhan tutup hole drainase, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin mengancam para pengepul besi bekas jika kedapatan membeli tutup hole atau lubang drainase yang hilang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika mengatakan, ancaman tersebut berupa hukuman pidana bagi pengepul yang nekad menerima fasilitas milik negara tersebut dari pencuri yang belum diketahui identitasnya itu.

“Kita sudah menyurati kepada setiap pengepul besi bekas untuk tidak menerima kalau ada yang menjual tutup besi penutup lubang drainase milik kita,” ucapnya pada awak media.

Menurutnya, jika para pengepul itu nekad membeli, maka otomatis akan terjerat hukum pidana. “Jatuhnya mereka itu jadi penadah barang curian,” tegasnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk membantu dalam proses pengungkapan kasus pencurian tutup drainase besi yang terjadi di beberapa titik di pinggiran kota seribu sungai ini.

Bahkan, PUPR juga berencana akan mengganti material penutup drainase itu seperti sebelumnya, yakni dengan bahan beton guna mengurangi resiko kembali terjadi aksi pencurian.

Berita Lainnya
1 dari 2.974

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, kedepannya PUPR akan mengganti tutup lubang drainase yang saat ini masih menganga di beberapa titik tersebut dengan penutup yang masih tersedia.

“Padahal kalau kita lihat dari segi keuntungannya, tutup besi yang sekarang kita gunakan ini lebih banyak positifnya. Soalnya kita bisa melihat bagaimana kondisi dasar dari saluran air. Dibandingkan dengan tutup yang berbahan beton yang tidak ada sama sekali lubangnya,” ungkap Windi.

Ia mengaku miris dengan kesadaran masyarakat yang kurang rasa kepemilikannya atas fasilitas umum yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Kalau seperti ini terus, kemungkinan akan kita kembalikan saja dengan penutup beton,” tegasnya.

Saat ditanya terkait apakah ada aduan masyarakat terkait pengakuan masyarakat yang melihat oknum tersebut saat beraksi dengan mengaku sebagai petugas resmi dari Dinas PUPR. Windi seolah terkejut dengan kabar tersebut.

“Begitu ya ceritanya,” tukasnya.

Kendati demikian, Tapi pihaknya mengaku sudah menerima menerima laporan dari pihak kelurahan dan kecamatan mengenai banyaknya tutup drainase yang hilang.

“Tapi untuk sekarang kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita tidak memiliki bukti berupa rekaman CCTV untuk memastikan siapa pelakunya,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya