Hampir 4000 Kasus, Pelaku Perjalanan Penyumbang Terbesar Angka Covid-19 di Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Penambahan jumlah Covid-19 yang terjadi belakangan di Kota Banjarmasin ternyata disumbang oleh pelaku perjalanan yang kian hari makin banyak terjadi selama libur panjang ini.

Bahkan berdasarkan jumlah kasus Covid-9 di Kota Banjarmasin per Sabtu 26 Desember 2020 pukul 16.00 WITA, Kasus positif bertambah sebanyak 6 kasus menjadi 3983 kasus.

Jumlah tersebut dengan perincian Kasus Aktif 186, Sembuh 3620, Meninggal 177 dan Luar wilayah 72

Saat ini pasien suspek yang sedang dalam perawatan sebanyak 116 dan kontak erat berjumlah 4931.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa semakin hari angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjarmasin kian memprihatinkan.

Padahal berbagai kebijakan telah ditempuh oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, untuk menanggulangi penularannya.

Mulai dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK), hingga penegakan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 68 Tahun 2020 tentang penegakkan hukum protokol kesehatan di masa pandemi.

Bahkan yang terbaru, Pemko Banjarmasin mengeluarkan pembatasan aktivitas warga selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang dikeluarkan sebagai antisipasi penularan Covid-19 gelombang kedua.

Namun nyatanya, angka warga Banjarmasin yang terkonfirmasi positif terus bertambah.

Berita Lainnya
1 dari 2.974

Terkait hal itu, saat dikonfirmasi, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui, adanya peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir ini, yang disumbang oleh pelaku perjalanan.

Kemudian mereka yang terkonfirmasi positif, rata-rata memiliki gejala pada umumnya.

“91 persen tidak bergejala,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi beberapa hari yang lalu, Jumat (25/12) sore.

Saat ditanya apakah muncul klaster baru dari jumlah mereka yang terpapar, pria dengan sapaan Machli mengatakan saat ini belum ada klaster terbaru.

“Bukan klaster. Tapi penyumbang,” tegasnya.

Karenanya, Machli pun hanya bisa mengimbau, agar orang tidak melakukan perjalanan keluar daerah, karena kebanyakan daerah yang dikunjungi berstatus zona merah.

“Peningkatan tajam dalam satu minggu terakhir ini adalah penyumbang terbesarnya dari pelaku perjalanan,” tukasnya.

Sebelumnya, salah seorang anggota dari Tim Pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin, pada 13 Desember lalu sudah memprediksi bakal adanya kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin.

Ia juga mengkritisi pernyataan Pemerintah bahwa terjadinya lonjakan kasus hanya karena penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat yang semakin longgar.

Melainkan menurutnya, hal itu terjadi sejak pemerintah semakin melonggarkan kegiatan ekonomi dan aktivitas masyarakat.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya