Omset Turun Gegara Pandemi, Armani Pyramid Suites Tetap Jamin Kesejahteraan Karyawan

Banjarmasin, KP – Meski Tempat Hiburan Malam (THM) dan perhotelan sudah memulai aktivitasnya di tengah pandemi, omset yang dimiliki Armani Pyramid Suites ternyata belum kembali seperti awal ketika wabah virus Corona masuk ke wilayah Kota Banjarmasin.

Direktur Armani Pyramid Suites, Arie Soleh Mulia mengatakan meskipun di masa pandemi Covid-19 seluruh tempat usaha seperti perhotelan dan tempat hiburan mengalami penurunan omset yang begitu signifikan, namun pihaknya terus berupaya agar kesejahteraan karyawannya terus terjaga.

Menurut pria berkepala plontos itu, hal ini dilakukan dengan mengubah jam kerja karyawan menjadi per minggu.

“Jadi karyawan kita itu jam kerjanya diatur, satu minggu masuk. Kemudian satu minggu dia istirahat,” ungkapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (8/12) pagi.

Selain itu, di masa saat ini tingkat kunjungan ke salah satu hotel ternama di Kota Banjarmasin ini masih dinilai sangat kurang dari sebelumnya.

Pasalnya dari sebanyak 30 room yang dimiliki Armani, pada saat weekend (akhir pekan) jumlah pengunjung tidak pernah mencapai separuh dari room yang tersedia.

“Kita kan punya room sebanyak 30 room, tapi di masa pandemi ini kita hanya membuka room sebanyak 15, dan itu juga tidak pernah penuh dan bahkan tidak ada sama sekali. Untuk pengunjung kita juga batasi, room yang menampung 10 orang hanya kita bolehkan untuk 6 orang,” paparnya.

Disamping itu, ia menjelaskan mekanisme penerapan protokol kesehatan yang saat ini ia jalankan dengan ketat. Baik kepada pengunjung maupun karyawannya.

Lanjutnya, upaya tersebut adalah langkah yang dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Banjarmasin.

“Dari awal kita buka karaoke di Armani, kita sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ujarnya

Berita Lainnya

BANK Kalsel Serahkan Bantuan Banjir ke Kalteng

Dewan Sayangkan Wacana Kenaikan Tarif PDAM

1 dari 4.453

Tidak hanya bagi pengunjung, seluruh karyawan juga menerapkan protokol kesehatan, agar tidak terjadi penularan di tempat kerja.

“Jadi karyawan kita, menggunakan masker, face shield dan juga sarung tangan. Karyawan juga dilakukan pemeriksaan berupa rapid test per 1 bulan sekali,” terangnya.

Kemudian, ia menambahkan, apabila ditemukan karyawan yang reaktif, yang bersangkutan akan langsung dirumahkan dan dilakukan swab hingga hasilnya keluar,

“kalau hasil swabnya negatif bisa kembali bekerja,” pungkasnya.

Hal itu sejalan dengan apa yang disampikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi beberapa waktu yang lalu.

Meskipun tercatat tidak ada terjadi lonjakan kasus positif, pengelola tempat hiburan tetap diminta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Bahkan jika terbukti melanggar, Surat Peringatan (SP) pun tak segan-segan dilayangkan oleh Satgas Covid-19. Karena pengawasan akan dilakukan secara diam-diam, untuk mengawasi operasional THM di tengah pandemi.

“Silahkan buka. Tapi pelaksanaanya tetap taat protokol kesehatan,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 ini.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Penerapan protokol kesehatan secara ketat telah terlihat di Armani Pyramid Suites. Khususnya bagi pengunjung yang akan masuk.

Sebelum masuk pengunjung diminta untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dengan sabun di tempat yang sudah disiapkan.

Kemudian pengunjung diminta untuk masuk ke dalam bilik desinfektan yang menggunakan desinfektan berupa asap. Bukan cairan.

Selanjutnya para pengunjung akan di tes suhu badannya dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan kemudian diminta untuk menggunakan hand sanitizer.(Zak/KPo-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya