Ratusan Ribu Orang Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 di Kota Banjarmasin

Banjarmasin, KP – 1,2 juta vaksin Covid-19 yang didatangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada Minggu 6 Desember 2020 lalu menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia.

Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengaku belum memperoleh kepastian jumlah vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat yang tinggal di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Kita memang belum mendapatkan kepastian jumlah vaksin yang akan diterima dari Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya pada awak media, Selasa (15/12) sore.

Namun, pihaknya telah memiliki sebanyak 474 ribu orang yang akan dijadikan menjadi sasaran penerima vaksin dari virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia tersebut.

“Mereka ini akan menjalani imunisasi vaksin Covid-19 ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yang menjadi skala prioritas penerima vaksin tersebut merupakan orang-orang yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di kota yang berjuluk Seribu Sungai ini.

“Seperti tenaga medis, para guru, ASN (Aparatur Sipil Negara) kemudian peserta BPJS Penerima Bantuan. Ini yang akan kita prioritaskan,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Guru Khalil Tutup Usia, Warga Banjar Berduka

Sah! Banjarmasin Terapkan PPKM Level IV

1 dari 1.257

Ia membeberkan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, jumlah vaksin tersebut akan pasti di Bulan Januari 2021 nanti.

Disamping itu, mantan Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu menegaskan, bahwa pihaknya tidak mewajibkan seluruh masyarakat untuk menjalani vaksinasi.

Pihaknya hanya sekedar menghimbau kepada masyarakat untuk bisa bersedia divaksin.

“Karena inilah upaya yang bisa dilakukan sekarang, sehingga kita berharap masyarakat bisa menerima vaksin ini. Vaksin ini aman dan halal, jadi tidak ada alasan untuk menolaknya,” tukasnya.

Saat ditanya soal biaya yang akan dibayarkan untuk mendapatkan vaksin tersebut, pria dengan sapaan Machli itu hanya menjawab bahwa pihaknya juga masih belum mendapat kepastian.

“Jika memakai kebijakan pemerintah pusat, ada yang digratiskan dan ada yang mandiri. Tapi kita belum mengetahui berapa besarannya,” imbuhnya.

Khusus mandiri, barangkali akan mendaftarkan dirinya melalui fasilitas kesehatan swasta yang melaksanakannya. Namun pihaknya belum membuka pendaftaran kuota terkait hal tersebut.

“Kalau kita instansi pemerintah sasaran utamanya tentu mengutamakan orang-orang yang sudah dijelaskan tadi,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Teks foto : Tenaga medis memakai pakaian hazmat saat melakukan rapid test massal di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin pada Kamis 4 Mei 2020 lalu.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya