Bukan PSBB, Banjarmasin Akan Terapkan PPKM

Banjarmasin, KP – Pemerintah akan menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa-Bali pada 11-25 Januari mendatang. Kebijakan ini semacam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pernah dilaksanakan terlebih dahulu di awal pandemi Covid-19 melanda.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun menerbitkan Aturan pelaksanaan PSBB yang termuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Kota Banjarmasin tidak akan menerapkan PSBB karena mengacu pada delapan poin perintah yang dirilis oleh Menko Perekonomian, dimana pada poin ke delapan khusus untuk Gubernur dan Bupati serta Walikota se Indonesia di luar Jawa dan Bali menerima dua perintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat.

Berita Lainnya

Srikandi Kearsipan Terus Tebarkan Aksi Peduli

1 dari 2.126

“PSBB Jawa dan Bali ini kan dilaksanakan tanggal 11-25 Januari, untuk Gubernur dan Walikota serta Bupati di luar Jawa dan Bali itu ada dua perintah, pertama menggiatkan kembali posko satgas Covid masing-masing kelurahan, kedua Pemda diharapkan melakukan upaya pencegahan terhadap kerumunan dengan melibatkan aparat keamanan dan bisa juga melakukan penegakan hukum,” urai H Ibnu Sina ketika rapat Koordinasi satgas Covid-19.

Kemudian, H Ibnu Sina menegaskan terkait perintah tersebut, Pemkot Banjarmasin bersama Satgas Covid-19 Banjarmasin menindaklanjuti bersama-sama berkolaborasi menyikapi persoalan itu agar tidak sampai terjadi penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi, sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat menjadi pilihan.

Sementara itu, meski Kota Banjarmasin tidak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), H Ibnu Sina menyebut kota Banjarmasin akan menerapkan PPKM yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dimana seperti saat PSBK (Pembatasan Sosial Berskala Kecil) diberlakukan.

“Saya tidak akan menerapkan PSBB, karena instruksi Nasionalnya hanya untuk Jawa dan Bali, kalau kita bahasa sederhana nya adalah PPKM seperti kita dulu lah PSBK, pembatasan sosial berskala Kelurahan, Kecamatan, Kampung, Komplek, yang paling penting kegiatan ini bisa menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Diskominfotik/K-7)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya