Dewan Pastikan Jalan Trans Kalimantan Bisa Digunakan

Berita Lainnya
1 dari 3.239

Banjarmasin, KP – Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani memastikan jalan trans Kalimantan bisa digunakan dalam waktu dekat, pasca bencana banjir yang menyebabkan beberapa jembatan putus.
“Kita sudah koordinasikan masalah ini, karena jembatan yang putus sudah diperbaiki dan selesai dalam waktu dekat,” kata Sahrujani usai rapat kerja dengan Dinas Perhubungan Kalsel, Balai Pengelolaa Transportasi Darat (BPTD) wilayah XV dan instansi terkait lainnya, Rabu (27/1/2021), di Banjarmasin.
Seperti, Jembatan Matraman-Astambul yang dalam proses perbaikan akan segera rampung dan bisa digunakan untuk angkutan berkapasitas hingga 50 ton. “Hal yang sama juga terjadi di Jembatan Pabahanan-Pelaihari yang diperbaiki Kementerian PUPR akan rampung dalam waktu dekat,” jelas politisi Partai Golkar.
Sedangkan untuk trans Kalimantan menuju Kalteng maupun Barito Kuala, terpaksa harus menggunakan jalur sungai, mengingat jembatan yang ada tidak mampu untuk angkutan berat.
“Daripada menimbulkan kerugian karena memaksakan angkutan berat dan memungkinkan jembatan ambruk, maka truk angkutan, termasuk yang kosong disarankan menggunakan jalur sungai,” tambahnya.
Bahkan, Balai Pengelola Trasportasi Darat (BPTD) wilayah XV akan berkomunikasi dengan ASDP Batulicin, mendatangkan sebuah kapal Ro-RO untuk membantu penyeberangan di sungau Alalak.
“Balai Jalan wilayah xv akan mengkoordinasikan ASDP Batulicin, mereka jua akan menghitung berapa lama penyebrangan itu dilalukan,” jelas Sahrujani.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, H Rusdiansyah mengatakan secara teknis jembatan Alalak II Yang menyambungkan Banjarmasin dan Barito Kuala tidak bisa digunakan untuk truk bermuatan lebih 50 ton.
“Jembatan yang diportal, sudah diputuskan tidak bisa secara teknis, karena kita mengutamakan keselamatan,” kata Rusdiansyah.
Dia khawatir, jika truk betmuatan berat dibolehkan lewat jembatan akan rusak dan malah akan memutus akses kendaraan dari Kalsel-Kalteng atau sebaliknya. “Kalau kita ini menjaga feri ini, supaya tetap oprasonal,” jelasnya.
Untuk biaya penyebrangan yang dianggap membebani para supir angkutan, Dishub tidak bisa berbuat banyak dengan memberikan subsidi. Alasannya keterbatasan anggaran yang disebabkan refokusing anggaran covid-19.
Sebelumnya, banjir para supir angkutan barang dari Kalsel menuju Kalteng bingung, karena jalan Gubernur Syarkawi (lingkar utara) yang biasa mereka lewati terputus direndam banjir.
“Dikarenakan terendam, sebagian jalan kini alami kerusakan dan mesti berhati-hati apabila melewati jalan tersebut,” ujarnya.
Oleh sebab itu, para supir pun mengalihkan jalur mereka melewati daerah Kayutangi yang kini menyebabkan antrian panjang truk. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya