Divaksin Pertama, Kajari Balangan Yakinkan Vaksin Corona Aman dan Halal

Paringin, KP – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Balangan, Khaidir SH MH bersama Forkopimda dan beberapa Kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi profesi menerima vaksinasi COVID-19 perdana. Vaksinasi tersebut dilakukan di Halaman kantor Dinas Kesehatan setempat.

Menjadi orang pertama yang disuntik vaksin, Khaidir berharap masyarakat bisa yakin akan keamanan dan kehalalan vaksin Corona dan tidak mudah terprovokasi oleh hoax yang selama ini banyak beredar.

“Apa yang kami lakukan ini menjadi orang pertama di vaksin untuk meyakinkan masyarakat yang dibombardir informasi tidak benar terkait COVID-19. Mudah-mudahan setelah ini, masyarakat sedikit bisa lebih tenang. Halal sudah, BPOM juga sudah. Walaupun masih ada suara meragukan, semoga ini bisa memperbaiki keadaan,” ujar Kajari Balangan, Khaidir usai di vaksin, Sabtu (30/01).

Di samping itu, Kajari juga menyampaikan antusiasmenya saat hendak divaksin. Ia mengaku telah menanti kehadiran vaksin Corona dan yakin vaksin ini dapat menjadi solusi untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Alhamdulillah terus terang saya ingin secepatnya divaksin. Saya excited dan senang. Pada saat divaksin, tidak sakit dan tidak merasakan apa-apa sampai sekarang. Kalau ada gejala ringan, ya tidak apa apa. Saya baik baik saja,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 414

Semantara, Bupati Balangan H Asnharuddin menjelaskan dalam pencangan vaksin Sinovac di Balangan ini dikhususkan kepada para tokoh, kepolisian, pengadilan, kejaksaan, TNI dan para tenaga kesehatan.

“Dikegiatan pertama kita ditargetkan sebanyak 800 orang karena masa tenggang 14 hari, ke 800 orang itu nanti kita ulang lagi jadi mereka 2 kali divaksin. Karena kita hanya diberi oleh pemerintah pusat sebanyak 1.600 vaksen jadi hanya cukup untuk 800 orang dengan 2 kali vaksin,” jelasnya.

Bupati mengimbau kepada masyarakat jangan takut untuk divaksin, vaksin Sinovac ini aman dan halal. Dan jangan percaya dengan berita Hoax.

Bupati sangat menyangkan dirinya tidak bisa divaksin, karena alasan dari tenaga kesehatan dan peraturannya harus dibawah usia 60 tahun.

“Alhamdulillah saya sangat siap untuk ikut vaksin. Bahkan seandai diperbolehkan saya menjadi orang pertama di Balangan yang di vaksin. Untuk vaksinasi tidak semua orang bisa dilakukan. Ada ketentuannya. Yang bisa divaksin melengkapi persyaratan, yaitu orang dewasa yang sehat usia 18 sampai 59 tahun,” tegasnya.

“Walaupun saya tidak bisa ikut di vaksin tapi saya akan selalu mematuhi protocol kesehatan covid-19,” imbuhnya. (jun/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya