Kalteng Masih Andalkan Sektor Pertambangan.

Palangka Raya, KP – Sektor Pertambangan batu bara masih menjadi andalan eksport perdagangan dan penerimaan daerah Provinsi Kalimantan Tengah selama Nopember 2020 bahkan untuk tahun 2021.

Kepala Badan Statistik.(BPS) Kalteng Eko Masrosi dalam siaran pers, Senin (4/1), selain tambang Kalteng mengandalkan sektor perkebunan berupa eksport CPO (minyak sawit mentah) dan beberapa komoditas lainnya.

Eksport Kalteng Nopember 2020 US $ 152,17 juta, naik 7,77 persen dibanding Oktober, dan import turun 58,53 persen atau hanya US $ 1,58 juta.

Proyeksi 2021 ini, sektor ekonomi yang potensi dapat berkembang dan perlu penguatan, pertama sektir pertanian masih bisa terus dikembangkan baik dari segi pemanfaatan lahan dan peningkatan produksi pangan.

Berita Lainnya
1 dari 408

Pasalnya dari segi pemicu inflasi yang terus bergejolak adalah kelompok bahan makanan, karena ketersediaan bahan makanan dikarenakan banyak komoditas yang masih bergantung dari luar provinsi.

Kedua sektor akomodasi dan pariwisata diperkirakan masih akan terpengaruh pandemi covid. Awal tahun 2021 pandemi covid kembali meningkat dan Pemerintah menerapkan aturan pembatasan WNA masuk indonesia.

Dampaknya akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan asing ke fasilitas akomodasi maupun pariwista, dan perlu penguatan prokes agar berjalan baik, guna memulihkan sektor wisata.

Berikutnya, atau ketiga sektor pengangkutan. pada angkutan laut, lalu lintas penumpang dan barang sudah mulai membaik, namun untuk angkutan udara masih akan terpengaruh pandemi covid, terlebih harga tiket dari pantauan harga konsumen naik.

Ke empat srktor pertambangan masih menjadi andalan ekspor kalimantan tengah, dari nilai ekspor kumulatif jan-nov 2020, pertambangan bijih zircon dll masih mengalami peningkatan. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya