Membela Anak, Sahrani Luka Parah ‘Diparang’ Ipar

korban yang ingin membela anaknya, justru menjadi korban penganiayaan oleh iparnya sendiri

BANJARMASIN, KP – Nahas dialami seorang pria bernama Sahrani (58). Lantaran membela anak, ia malah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh adik iparnya.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Kelayan A Gang Rahmi Ujung Banjarmasin Selatan, Kamis (21/1/2021), sekitar pukul, 16.30 WITA.

Warga Jalan Kelayan A Gang Rahmi Ujung RT 18 Banjarmasin Selatan ini mengalami luka cukup parah di sekujur tubunya, akibat terkena senjata tajam (sajam) diduga parang.

Sehingga korban harus dilarikan ke Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Sedangkan diduga pelaku penganiayaan bernama Sani (45), yang bukan lain adalah adik iparnya sendiri, juga mengalami luka tak serius di bagian tangan sebelah kiri dan telinga. Akibatnya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Suriansyah Banjarmasin.

Keterangan didapat, pekelahian berdarah ini, berawal dari anak korban bernama Hairani yang ribut dengan istrinya tentang rumah tangga.

Lalu istrinya Hairani lalu ke rumah neneknya yang letaknya bersebelahan, tiba-tiba pelaku Sani ke luar dari rumah dengan keadaan marah-marah dan diduga langsung memukul Hairani.

Berita Lainnya

IRT Diamankan saat Hendak Transaksi

D’Paragon Dituding tak Ber-IMB dan AMDAL

1 dari 1.165

Mendengar ada keributan, korban ke luar dan ingin membela anaknya, akan tetapi justru menjadi korban penganiayaan oleh iparnya sendiri. Sementara Hairani malah kabur melihat ayahnya dianiaya.

Korban pun langsung dilarikan dengan menggunakan sepeda motor ke RSUD Ulin Banjarmasin. Begitu pula Sani juga dilarikan ke RS Suriansyah Banjarmasin, guna mendapatkan perawatan medis.

Tak lama sejumlah anggota Polsekta Banjarmasin Selatan langsung menindaklanjuti kejadian ini.

Menurut keterangan Siti Khadijah putri korban, tak mengetahui pasti pemicu perkelahian. N0amun sumber dari adiknya jika pemicu perkelahian dari pertengkaran kakaknya dengan istrinya.

“Kakak saya nama Hairani, dia ribut dengan istrinya, lalu istrinya lari ke rumah nenek dan kebetulan paman Sani ada di rumah nenek, entah bagaimana tiba-tiba paman pemukul kakak,” ungkapnya.

Lantas ayah yang kebetulan ada di rumah dan jaraknya hanya bersebelahan, ke luar setelah mengetahui keributan.

“Ayah mengambil hati melihat kakak dipukuli paman. Mereka ribut dan paman Sani mengambil parang menyerang ayah, saya sesalkan ketika ayah membela kakak malah lari dan ayah diserang paman,” kata Siti.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Yopie Andri Haryono S. Sos, melalui Kanit Reskrim, Iptu Sunarto, saat dikonfirmasi mengatakan, anggotanya masih di lapangan untuk mengumpulkan keterangan para saksi.

“Karena korban dengan diduga pelaku ini masih dirawat di RS,” ujarnya. (fik/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya