Pompanisasi Dijalankan
Puluhan Armada BPK Sedot Sungai Kuripan

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan untuk melakukan pompanisasi air yang menggenangi kawasan Kota Banjarmasin, khususnya genangan air yang ada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (19/01) siang.

Tidak hanya itu, juga merobohkan bangunan yang dianggap menghambat aliran sungai. Khususnya aliran Sungai Veteran.

Pompanisasi tersebut dilakukan dengan mengerahkan puluhan mesin penyedot air milik armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Kepala Bidang Damkar Kota Banjarmasin, Said Abdul Rahman menjelaskan, penyedotan air difokuskan di Sungai Vetera. Yang airnya di dialirkan ke Sungai Martapura.

Menurutnya, pompanisasi dilakukan mulai dari pukul 10.00 Wita hingga 14.00 Wita. Mesin pompa air yang digunakan jumlahnya mencapai 30 unit.

“Hari ini kita fokus di tiga titik penyedotan. Mulai dari jembatan yang posisinya berdampingan dengan Pasar Kuripan hingga Sungai Veteran yang ada di belakang Kelenteng Soetji Nurani atau kawasan tepekong,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR melalui Kepala Bidang (Kabid) Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony membeberkan bahwa ada sedikit perubahan.

Pasalnya, genangan awalnya membuat marka jalan di kawasan Kuripan terendam dan tidak kelihatan, kini sudah lumayan kelihatan.

Berita Lainnya
1 dari 2.423

“Meskipun memang belum terlalu maksimal. Karena lagi-lagi, kondisi Sungai Martapura kembali meninggi,” ucapnya, Selasa (19/1) sore melalui sambungan telepon.

Menurut pria dengan spaan Thony itu, upaya pompanisasi yang melibatkan BPK bakal terus berjalan. Bahkan pihaknya sudah membeli dua buah pompa penyedot dengan kapasitas besar.

“Ada dua buah yang dibeli. Seperti mesin dompeng di pendulangan. Nantinya digunakan untuk menyedot air di Sungai Kuripan dan Sungai Veteran,” tambahnya.

Selain itu, agar pompanisasi bisa lebih optimal, saat ini pihak Dinas PUPR Kota Banjarmasin, juga menmerintahkan untuk menutup sementara kawasan Sungai Veteran.

Alasannya, tidak lain adalah untuk menghambat air yang ada di Sungai Martapura kembali masuk ke Sungai Veteran hingga Sungai Kuripan yang dipompa. “Di awal perencanaan, ada 13 titik lokasi pompanisasi. Tapi untuk percobaan, dilakukan tiga titik dulu. Karena kalau kami menghitung-hitung, untuk di 13 titik itu saja, bisa menggunakan lebih dari 78 unit mesin penyedot. Tentunya, kami juga kembali mengharapkan bantuan armada BPK lainnya,” tutupnya.

Di sisi lain, Pemko Banjarmasin juga membongkar satu unit bangunan yang berdiri di atas badan sungai yang dianggap menghambat aliran air di kawasan Sungai Kuripan, yakni, satu unit pos polisi.

Dari hasil pantauan awak media, pembongkaran dilakukan sejak Senin (18/1) malam hingga Selasa (19/1) siang dengan menerjunkan satu unit eskavator, serta sejumlah personel gabungan, baik dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pembongkaran pos polisi tersebut.

“Pembongkaran sudah atas izin Pak Kapolresta Banjarmasin. Dan ini juga bentuk kepedulian dan partisipasi aparat terhadap kondisi yang saat ini terjadi,” tutupnya. (vin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya