Kecamatan Pelaihari Diharapkan Contoh Tertib Distribusi LPG Bersubsidi

Pelaihari, KP – Sebagai wilayah dengan pangkalan LPG tiga kilogram terbanyak dari 11 kecamatan lainnya, Kecamatan Pelaihari diharapkan menjadi kecamatan percontohan tertib pendistribusian LPG tiga kilogram bersubsidi.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) Abdi Rahman saat melakukan pertemuan lanjutan terkait penanganan krisis LPG tiga kilogram khususnya penertiban distribusi oleh pangkalan di tingkat kelurahan dan desa. Pertemuan tersebut menghadirkan Camat Pelaihari, para lurah dan kepala desa se Kecamatan Pelaihari, bertempat di Ruang Kerja Wakil Bupati Tanah Laut, Minggu (14/2/2021).

“Ada 200 lebih pangkalan di Kecamatan Pelaihari, sebagai kecamatan dengan pangkalan LPG terbanyak kami ingin Kecamatan Pelaihari menjadi contoh tertib distribusi LPG tiga kilogram bersubsidi yang tepat kepada masyarakat yang berhak”, ujar Abdi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Abdi Rahman bersama Tim Khusus LPG tiga kilogram Tanah Laut meminta komitmen para Lurah dan Kepala Desa untuk ikut memantau dan berbagi informasi apabila ada pangkalan yang menjual LPG tiga kilogram bersubsidi kepada warung atau pengecer. Informasi tersebut akan ditindak lanjuti oleh aparat Satpol PP, dengan harapan pemilik warung bersedia bekerjasama dalam mengurai pangkalan yang menjual LPG tiga kilogram bersubsidi tidak sesuai peruntukannya.

Berita Lainnya
1 dari 446

“Kami pastikan kebijakan ini tidak tajam ke bawah. Bukan untuk menindak warungnya, tapi menindak pangkalan yang menjual ke warung atau yang menjual ke pengusaha besar. Karena dua pihak ini yang lebih signifikan menyerap LPG tiga kilogram bersubsidi dengan jumlah banyak sehingga warga masyarakat biasa yang membutuhkan tidak kebagian”, imbuhnya.

Lebih lanjut Abdi ingin seluruh lapisan masyarakat memahami bahwa LPG tiga kilogram bersubsidi pendistribusiannya secara tertutup, tidak dijual bebas. LPG tiga kilogram bersubsidi didatangkan oleh agen penyalur ke pangkalan dan pendistribusian akhirnya dari pangkalan kepada masyarakat penerima subsidi.

“Sedari awal konsep pengecer atau warung yang menjual lagi LPG tiga kilogram itu tidak ada dan tidak diperkenankan. Tujuan kami mewujudkan LPG tiga kilogram bersubsidi dengan harga sesuai HET, barangnya ada, dan memang tersalur kepada warga yang berhak menerima”, pungkas Abdi.

Turut berhadir pada pertemuan tersebut Asisten Bidang Ekobangkesra H. Akhmad Hairin, Kepala Diskopdag H. Syahrian Nurdin, Kabag Ekonomi Ina Gantiani, Kabag Pemerintahan Muhammad Syahid, Kabag Hukum Alfirial, Camat Pelaihari Dwi Anggriani, serta para lurah dan para kepala desa se Kecamatan Pelaihari. (rzk/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya