Rumah Sakit Sengayam Ditarget Rampung Tahun 2022

Kotabaru, KP – “Agar pembangunan Rumah Sakit Pratama Sengayam ini bisa tuntas dan dapat dioperasikan tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Kotabaru perlu mempersiapkan regulasi kelembagaan organisasi, sumber daya manusia tenaga kesehatan dan non kesehatan sesuai standar, dan biaya operasionalnya yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten Kotabaru.

Demikian disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kotabaru H. Akhmad Rivai, pekan kemarin, usai melakukan rapat percepatan pelaksanaan pembangunan RS Pratama Sengayam dengan SKPD terkait, sejalan Pemerintah Daerah Kotabaru menyegerakan percepatan pembangunan Rumah Sakit Pratama di Sengayam Kecamatan Kelumpang Barat tersebut, yang senilai Rp30 miliar, dan ditargetkan dapat dioperasikan pada 2022.

Dikatakan oleh H Akhmad Rivai, “Dibangunnya Rumah Sakit Pratama Sengayam, atas pertimbangan agar dapat memudahkan jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di darah perbatasan bagi warga.

Secara geografis, Kecamatan Kelumpang Barat yang berlokasi diujung utara perbatasan Kabupaten Kotabaru dengan Kabupaten Paser Provinsi Kalimatan Timur. Sehingga relatif jauh jika harus mendapatkan pelayanan rumah sakit di ibukota kabupaten,” kata H Rivai kemudian melanjutkan,

Berita Lainnya
1 dari 160

“Rumah Sakit Pratama berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2014 tentang Rumah Sakit Kelas D Pratama merupakan rumah sakit umum yang hanya menyediakan pelayanan perawatan kelas III untuk peningkatan akses bagi masyarakat dalam rangka menjamin upaya pelayanan kesehatan perorangan, yang memberikan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, serta pelayanan penunjang lainnya.

Dengan luas lahan yang tersedia lebih kurang 4,2 hektar untuk membangun Rumah Sakit Pratama Sengayam beserta sarana dan prasarana pendukungnya yang berlokasi di Kecamatan Pamukan Barat pada tahun ini dibangun dengan sumber dana dari DAK Fisik bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2021 secara keluruhan Rp30 miliar.

Dari jumlah tersebut terdiri dari kegiatan fisik bangunan sebesar Rp28,837 miliar lebih dan kegiatan penunjang sebesar Rp1,162 miliar lebih.

Selain itu, telah didukung juga pengadaan alat kesehatan atau alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan yang dialokasikan sebesar Rp15 milar melalui DAK Fisik bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2021, terang H Rivai. (and/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya