Tangani Sampah Pasca Banjir DLH Minta Kerjasama Warga

Banjarmasin, KP – Meski sejumlah kawasan sudah tidak lagi terendam banjir, namun Dinas Lingkungan Hidup ((DLH) Kota Banjarmasin masih kewalahan menanggulangi sampah pasca banjir.

“Hingga saat ini sampah di sejumlah TPS masih mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dengan volume pengakutan hingga 30 truk setiap harinya. Terutama di kecamatan terndam banjir seperti Banjarmasin Timur, Selatan dan sebagian Kecamatan Banjarmasin Utara ,” Kata Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Banjarmasin Marzuki,

Menurut pria yang akrab disapa Jack ini kepada {KP} Selasa (2/2)2021) mengatasi pengambilan sampah di TPS pasca banjir pihaknya memaksimalkan seluruh angkutan dan petugas dengan bekerja dari pagi hingga malam.

Ia menyebutkan, meski sampah sejak pagi di sejumlah TPS sudah diambil, namun siang hari kembali menumpuk hingga sore, bahkan sampai malam.

” Adanya penumpukan sampah sepanjang hari ini membuat petugas haru mengambil sampah sampai tiga tiga kali dalam sehari,” ujar Marzuki.

Ia mencotohkan untuk TPS A Yani pasca banjir tidak kurang 7 truk tumpukan sampah setiap harinya yang diambil untuk dibuang ke TPA.

Berita Lainnya
1 dari 2.385

Demikian juga TPS Jalan Lingkar Dalam yang sampai 16 truk. Padankan dalam kondisi normal hanya sekitar 8 truck.

Jack berharap warga kota Banjarmasin yang terdampak banjir lebih bijak. Yakni memilah terlebih dahulu sampah rumah tangga dan sampah pasca banjir. Untuk sampah rumah tangga dipersilahkan dibuang di TPS terdekat. Namun beda dengan sampah pasca banjir, ia menyarankan agar warga ikut peran serta.

“Alangkah baiknya sampah pasca banjir ini masyarakat ikut serta bersama-sama menanggulangi, misalnya dengan cara swadaya agar dapat membuang langsung ke TPA, bisa lewat RT dan Lurah masing-masing,” pesannya.

Di sisi lain, DLH Banjarmasin mengimbau kepada semua warga Kota Banjarmasin dalam pengelolaan sampah pasca banjir dipisahkan antara sampah rumah tangga dengan sampah akibat banjir, seperti kasur, lemari dan perabotan rumah tangga lainnya.

Marzuki meminta, sampah yang dibuang ke TPS adalah sampah rumah tangga sehari-hari (sisa dapur, dan sejenisnya). Sedangkan sampah akibat banjir dikumpulkan di suatu tempat yang dikoordinir Ketua RT, untuk nantinya diangkut dengan mobil angkutan khusus.

“Mengingat keterbatasan, baik itu kapasitas sarana dan petugas. Maka diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasi sampah dalam upaya penanganan darurat banjir,” katanya. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya