Tiga Alasan Dishub Lepas Stick Cone

Banjarmasin, KP – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin memutuskan untuk melepas seluruh stick cone atau tongkat pembatas lajur sepeda yang berada di sepanjang Jalan A Yani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Banjarmasin, Endri mengatakan, pihaknya memiliki tiga alasan atas keputusan pencabutan sarana penanda lajur sepeda berwarna orange terang tersebut.

ia membeberkan, alasan pertama yaitu adanya proyek peninggian badan jalan yang dilakukan oleh Balai Besar Jalan Nasional di sepanjang kawasan jalan A Yani pada beberapa waktu lalu.

Kemudian, musibah banjir yang melanda Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan itu juga menjadi salah satu alasan untuk mencabut stick cone. Terutama di kawasan Jalan A Yani Km 3 hingga Km 6.

“Karena terendam cukup lama dan pemasangan stick cone ini menggunakan material besi, jadi sementara kita putuskan untuk melakukan pencabutan dan diamankan. Takutnya nanti ada yang rusak gara-gara banjir,” ungkapnya saat ditemui awak media di Balai Kota Banjarmasin, Selasa (23/02) siang.

Alasan terakhir, yaitu sebagai bentuk dukungan kepada Satuan Tugas (Satgas) Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir Kota Banjarmasin dalam melakukan upaya pengerukan sungai dan pembongkaran Jembatan Bangunan Gedung (JBG) yang dinilai menghalangi aliran sungai.

“Kita cabut ini supaya kegiatan normalisasi sungai berjalan lancar maka kita putuskan untuk melepas semua. Karena sisi jalan raya digunakan untuk alat berat melakukan pengerukan dasar sungai,” jelasnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.415

Kendati demikian, Endri belum membeberkan sampai kapan stick cone tersebut dilakukan. Pasalnya, ia menilai saat ini pekerjaan normalisasi sungai masih belum selesai sepenuhnya.

“Momen pencabutan ini sambil kita lakukan evaluasi untuk mengkaji terkait efektifitas penggunaan stick cone di Banjarmasin,” tukasnya.

Saat ditanya apakah selama banjir kemarin terdapat stick cone yang rusak?

Endri membeberkan bahwa sebelum dilepas, terdapat beberapa stick cone yang rusak seperti bengkok akibat adanya hantaman saat masih terendam banjir.

“Untuk jumlah stick cone yang rusak itu sendiri masih kita inventarisir. Karena kemarin itu lumayan lama terendamnya jd kita belum tahu berapa persentase kerusakannya,” jelas Endri.

Kemudian, ia menambahkan, jika hasil evaluasi nantinya memutuskan untuk kembali dipasang, maka stick cone yang rusak akan diganti dengan yang baru.

Menurutnya, badan jalan yang dibangun diperuntukkan untuk digunakan bersama. Sehingga seluruh pengguna jalan baik itu pengendara mobil, motor, pesepeda hingga pejalan kaki.

“Kita lihat aja nanti kedepannya seperti apa,” tandasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya