Trenggiling Temuan Warga Akhirnya Dijemput BKSDA Kalsel

Banjarmasin, KP – Seekor trenggiling yang tersesat dan masuk ke pemukiman warga berhasil diselamatkan oleh petugas Animal Rescue Banjarmasin dan diamankan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Senin (15/02) siang.

Satwa langka yang dilindungi itu akhirnya dijemput oleh petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan demi kelestarian hidupnya.

Setelah diserahkan binatang pemakan semut yang termasuk dalam ordo Pholidota itu diketahui akan diletakkan di tempat transit khusus satwa untuk mendapatkan pengawasan dari petugas.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, BKSDA Kalimantan Selatan, Nila Rabiati mengatakan, bahwa trenggiling yang diserahkan tersebut nantinya akan mendapat pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan terlebih dahulu di tempat transit hewan.

Ia menjelaskan Tempat tersebut memang dibuat khusus untuk satwa dilindungi hasil sitaan maupun penyerahan dari warga, sebelum diputuskan untuk kembali dilepas ke alam liar.

“Nanti kita cek kesehatannya, kalau memang diperlukan penanganan medis, akan dirawat oleh dokter hewan profesional yang kita miliki di BKSDA,” ujarnya.

Setelah dianggap layak dan mampu bertahan untuk dilepas liarkan ke alam, trenggiling itu akan dirilis kembali ke habitat aslinya.

“Kemungkinan akan kita lepas ke kawasan geopark Tahura Sultan Adam di Mandiangin, bisa juga di lokasi lain yang kita nilai masih memungkinkan untuk hewan ini dilepasliarkan ke alam,” imbuhnya.

Nila membeberkan, kasus temuan hewan yang dikenal dengan sisik kerasnya ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Hal itu dikarenakan nilai jual dari satwa itu sendiri terkenal mahal dan sangat dicari oleh para pembeli di pasar gelap.

“Harganya cukup fantastis. Jadi praktek jual beli hewan ini marak terjadi karena banyak permintaan dari luar negeri, karena baik sisik, kuku, tulang maupun daging trenggiling ini dipercaya bisa menjadi obat,” bebernya.

Kendati saat ini trend untuk temuan kasus penjualan satwa trenggiling mulai menurun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti tidak ada kegiatan ilegal lagi.

“Ini dikarenakan populasi trenggiling yang sudah sangat langka dan semakin sedikit jumlahnya akibat perburuan liar,” tukasnya.

Karena itu, untuk memastikan trenggiling itu tidak dijadikan hewan buruan ketika dilepas ke alam, pihaknya akan melakukan monitoring secara teratur di tempat hewan itu dirilis.

Berita Lainnya
1 dari 3.243

“Petugas kita juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana bersikap jika melihat hewan dilindungi. Kemudian kita rutin melakukan patroli di perdagangan satwa. Ini dilakukan untuk menekan angka eksploitasi satwa langka,” tutupnya.

30 Menit

Bahkan prosesi evakuasi ini membutuhkan waktu selama 30 menit berjuang, seekor hewan langka dilindungi, yaitu trenggiling akhirnya bisa dievakuasi oleh petugas dari Tim Animal Rescue ke kantor BPBD Kota Banjarmasin, Senin (15/2) pagi.

Hal tersebut berawal pada Minggu (14/2) malam. Salah seorang warga Kabupaten Barito Kuala (Batola), bernama Ali, diketahui menghubungi tim tersebut. Lantaran kediamannya dimasuki seekor hewan yang dianggapnya aneh.

Seorang petugas Animal Rescue, Ahmad Hanafi yang langsung mendatangi lokasi yang dilaporkan tersebut mengatakan, hewan aneh yang dimaksud pelapor adalah seekor trenggiling, salah satu satwa yang masuk dalam kategori langka.

“Trenggiling itu bersembunyi di salah satu tiang bagian atas rumah warga. Pemilik rumah, tak tahu kalau ternyata hewan itu trenggiling,” ucapnya saat ditemui awak media usai melakukan rescue terhadap satwa langka tersebut, Senin (15/2) siang.

Tak ingin gegabah, tim pun langsung berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel. Setelah mendapat instruksi untuk melakukan evakuasi, tim pun bergerak.

Proses evakuasi itu tak segampang membalikkan telapak tangan. Menurut anggota Tim Animal Rescue lainnya, Andi Putra, timnya bahkan memerlukan waktu 30 menit atau setengah jam untuk berhasil mengevakuasi.

“Trenggiling mencengkram kuat salah satu tiang rumah. Trenggiling itu juga melilitkan ekornya ke kayu. Itu yang membuat kami kesulitan,” tambahnya.

Ketika diangkat, trenggiling yang berhasil dievakuasi Tim Animal Rescue itu diperkirakan beratnya mencapai 5 kilogram. Sementara umurnya, ditaksir sekitar tiga tahun.

Saat berada di markas BPBD Kota Banjarmasin, trenggiling itu tampak bersikap waspada. Menggulungkan tubuhnya, menjadi seperti bola yang bersisik tebal dan kuat di dalam sebuah kandang kawat.

Lantas, akan diapakan trenggiling yang dievakuasi itu? Andi menyatakan, mengingat status trenggiling yang langka, penanganan lebih lanjut akan diambil alih oleh tim dari BKSDA Kalsel.

“Kami menduga, habitatnya di alam liar terganggu. Makanya sampai datang ke permukiman warga,” tutup Andi. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya