Animo Tinggi, Banjarmasin Ajukan Penambahan Vaksin

Banjarmasin, KP – Program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin rupanya mendapat sambutan positif oleh warga setempat.

Pasalnya animo masyarakat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini sangat tinggi untuk mendapatkan vaksin buatan Sinovac tersebut sangat tinggi.

Sehingga jumlah vaksin yang datang dalam termin pertama di tahap kedua sebanyak 1490 vial itu tidak bisa menutupi jumlah masyarakat yang menjadi penerima program vaksin dari pemerintah pusat tersebut.

Karenanya, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah mengajukan permohonan untuk penambahan kuota vaksin Covid-19 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

“Ada 17 ribu vial vaksin Covid-19 yang sudah kita ajukan ke Pemprov Kalsel untuk memenuhi tingginya animo masyarakat dalam program vaksinasi ini,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar saat ditemui awak media, Jumat (12/3) siang di Balai Kota.

Menurutnya, antusias yang tinggi dalam program vaksinasi ini terlihat dari sikap masyarakat yang sebagian besar sangat berharap bisa mendapat jatah vaksin.

“Ini luar biasa, hampir semua warga kita minta divaksin, termasuk para lansia, pelayan publik dan masyarakat umum,” imbuhnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.653

Tidak hanya itu, saking tingginya permintaan warga, tanggal merah atau hari libur nasional pun petugas kesehatan yang ada di bawah Pemko Banjarmasin masih melayani penyuntikkan vaksin.

Ia menilai, tingginya animo masyarakat dalam bervaksin merupakan momen yang bagus dan menjadi nilai positif untuk meminta tambahan kuota vaksin ke Pemprov Kalsel.

“Mumpung semangat dan respon dari masyarakat masih sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita menyiapkan kuota vaksin tambahan yang sudah kita ajukan. Alhamdulillah pengajuan kita direspon baik oleh Pj Gubernur Kalsel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, bahwa terbatasnya jumlah vaksin yang mereka dimiliki menjadi kendala tersendiri dalam menjalankan program vaksinasi.

“Pemerintah masih sangat terbatas dalam menyuplai vaksin ke kami, karena sampai sekarang kita hanya menerima vaksin kurang lebih sebanyak 12.500 vial,” ungkapnya pada awak media, Kamis (11/3) kemarin.

Sementara jumlah target atau sasaran vaksinasi pada termin pertama dalam tahap kedua ini untuk seluruh lansia sebanyak 55.960 dan pekerja pelayan publik sebanyak 60.560.

“Dengan jumlah tadi, terlihat bahwa masih banyak jumlah vaksin yang kita perlukan saat ini,” tandasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya