Berisiko Sedang, Banjar Siap Perpanjang PPKM Mikro

Martapura, KP – Pj Gubernur Safrizal ZA memimpin rapat perpanjangan PPKM Mikro yang di ikuti Kabupaten/Kota se Kalsel secara daring. Hadir di Command Center Barokah Martapura, Wakil Bupati H Said Idrus Al Habsyie, unsur Forkopimda, Kadis Kesehatan dr Diauddin, Kepala Pelaksana BPBD Irwan Kumar dan Kadis Kominfostandi HM Aidil Basith.

Menurut Safrizal, perpanjangan PPKM Mikro di Kalsel berdasarkan Instruksi Mendagri No 6 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro dan mengoptimalkan posko PPKM di desa dan kelurahan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

”Secara Nasional, saat ini Kalsel menempati posisi ke 4 penyebaran Covid-19 tertinggi, setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta,” katanya.

Dijelaskannya, sejak pandemi Covid-19 merebak hingga 21 Maret 2021, di Kalsel ada 25.616 yang terkonfirmasi positif, 22.560 sembuh dan 799 meninggal dunia. Sementara 3 bulan terakhir dari Januari hingga Maret 2021, 10.316 terkonfirmasi positif, 8.754 sembuh, 214 meninggal dunia.

Dari 13 Kabupaten/Kota, Banjarmasin memiliki angka positif tertinggi, yakni 2.543 berisiko sedang, Banjar diperingkat delapan dengan angka positif 711 berisiko sedang, sementara Tabalong di urutan terakhir, 39 positif, satu-satunya kabupaten berisiko rendah.

Berita Lainnya
1 dari 533

”Angka terkonfirmasi positif selama tiga bulan ini cukup tinggi, kasus Covid-19 meningkat, bahkan hampir separoh dari angka positif 2020,” ujarnya prihatin.

Menurutnya, banyak faktor penyebab meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif tersebut, diantaranya dampak banjir hingga penurunan daya tahan tubuh dan masih tingginya mobilitas.

Menanggapi perpanjangan PPKM Mikro tersebut, Wakil Bupati Said Idrus mengatakan, Kabupaten Banjar siap melaksanakan apa yang di instruksikan Pj Gubernur, tentu saja dengan dukungan semua pihak, seperti Polres Banjar, Kodim 1006 Martapura dan instansi terkait lainnya.

Namun dirinya mengakui, kemungkinan ada kendala dihadapi di lapangan, lantaran perpanjangan PPKM Mikro tersebut bertepatan bulan Ramadan.

”Karena tahun lalu masyarakat tidak bisa menggelar dagangan kuenya, padahal itu saat ditunggu tunggu, pikiran mereka Covid-19 sudah berakhir,” ujarnya.

Dirinya pun berharap penerapan perpanjangan PPKM Mikro bisa dimengerti masyarakat dengan taat penerapan protokol kesehatan, khususnya 3M dengan ketat. (Wan/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya