Gas Melon Langka, Mahasiswa Protes ke Pertamina

Para mahasiwa meminta Pertamina memperbarui sistem pengawasan distribusi agar kelangkaan dan mahalnya elpiji tidak terjadi terus menerus dan terjadi di sepanjang masa

BANJARMASIN, KP – Sejumlah mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Kota Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Pertamina (Persero) Area Banjarmasin, Rabu (3/3) pagi.

Serbuan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah buntut dari kelangkaan dan meroketnya harga gas elpiji ukuran 3 Kg yang dalam beberapa minggu ke belakang mengalami lonjakan yang dinilai membebani masyarakat.

Setidaknya ada beberapa poin yang menjadi perhatian para pengunjuk rasa. Antara lain maraknya pedagang yng menjual elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp17.500 per tabung.

Tidak hanya itu, peserta unjuk rasa juga mempertanyakan keberadaan gas melon yang langka pasca dilanda banjir.

Parahnya lagi, kondisi ini sering terjadi dari tahun ketahun, sehingga terlihat tidak ada sikap secara serius dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Kita minta pertamina memperketat pengawasan peredaran elpiji ini. Karena setiap tahun kami pasti aksi soal kelangkaan elpiji ini. Bahkan momennya selalu terjadi di awal tahun,” ucap Fahriannor, Koordinator aksi, saat dibincangi awak media.

Oleh karena itu, ia menuntut agar pihak-pihak bertanggung jawab untuk segera mengatasi kelangkaan elpiji dan harga eceran yang tidak sesuai dengan regulasi.

Berita Lainnya
1 dari 2.643

Selain itu, ia juga meminta untuk memperbarui sistem pengawasan distribusi agar kejadian kelangkaan dan mahalnya elpiji tidak terus terjadi di setiap tahunnya. Kemudian, segera membuat langkah efektif dalam pendistribusian kepada warga yang berhak.

“Perketat pengawasan distribusinya. Kami kumpulkan data sejak 2017 sampai sekarang selalu terjadi kelangkaan. Segera perbaharui distribusinya!,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Sales Area Manager Pertamina Kalselteng, Drestanto menjelaskan, bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar proses penyaluran bahan bakar gas bersubsidi itu tepat sasaran.

Bahkan, saat ini Pj Gubernur juga telah menerbitkan surat edaran yang intinya agar penyalurannya tepat sasaran.

“Misalnya masyarakat yang berpenghasilan diatas Rp 1,5 juta tidak menggunakan elpiji 3 Kg. Termasuk ASN,” ujarnya.

Kendati demikian, Drestanto mengakui, proses distribusi masih terkendala akses jalan yang rusak di Jalan Gubernur Syarkawi. Sehingga untuk sementara masih menggunakan tongkang dan kapal penyeberangan LCT.

“Meski jalan di Gubernur Syarkawi mulai diperbaiki. Tapi kalau hujan masih belum bisa dilalui angkutan besar,” tambahnya.

Karena itu, ia meminta, agar kesadaran masyarakat bisa menaati segala ketentuan berlaku. Karena sebenarnya stok elpiji yang didatangkan setiap bulannya telah memenuhi warga miskin.”Setiap bulan stok kita 2,5 juta tabung. Jumlah itu sudah di atas data warga miskin,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya