KLHK Serahkan Dokumen Sekat Kanal Kepada Tiga Kabupaten di Kalteng

Palangka Raya, KP – Gubernur Kalteng diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri bersama Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PPKL KLHK) M.R. Karliansyah dan segenap jajaran Dirjen PPKL Lingkungan KLHK melakukan Serah Terima Hasil Pekerjaan Pembangunan Sekat Kanal dan Program Desa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kawasan yang diserahkan berada di areal Eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 Juta hektar di Provinsi Kalimantan Tengah dan acara serah terima dukomen kegiatan tersebut digelar secara virtual Jumat (19/3).

Pembangunan sekat kanal dan program Desa Mandiri Peduli Gambut merupakan bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan (Food Estate) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di areal eks lahan PLG 1 juta hektar di Provinsi Kalimantan Tengah.

Program itu untuk mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut, berupa kegiatan pemulihan ekosistem gambut berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 16 Tahun 2017.

Pemulihan ekosistem gambut melalui program PEN untuk mendukung ketahanan pangan ini dilakukan melalui tiga kegiatan utama yakni inventarisasi karakteristik ekosistem gambut skala 1:50.000 pada 9 KHG seluas 1,2 juta hektar.

Kegiatan kedua restorasi fungsi hidrologis dengan pembangunan 663 unit sekat kanal bertujuan menjaga air tetap tertahan sehingga berfungsi untuk menahan atau mengurangi kebakaran lahan. “ Secara keseluruhan kami laporkan sekat kanal di Barito Selatan ada 95 unit, Kapuas 260 unit dan di Pulang Pisau plus Palangka Raya 308 unit termasuk di Taman Nasional Sebangau.

Berita Lainnya
1 dari 528

Areal terpulihkan seluas 36.298,7 hektar. Harapannya dengan sudah basahnya lahan gambut ini Insya Allah Karhutla dapat dikurangi, ungkap Dirjen PPLK M.R.Karliansyah. Seluruh pekerjaan pembangunan sekat kanal di tiga kabupaten tersebut telah melibatkan masayrakat desa secara padat karya sejumlah 6.704 orang baik lak-laki maupu perempuan sebagaimana dikehendaki Presiden.

Program ketiga, Program Desa Mandiri Peduli Gambut, dilaksanakan di 55 Desa dengan kegiatan rehabilitasi vegetasi menggunakan tumbuhan petai, jengkol, sengon, karet, meranti, bamboo puring dan rumbia; kegiatan peningkatan nilai komoditas pengembangan usaha anyaman rotan, budidaya perikanan, peternakan, pembanguna kolam ikan, penyediaan air bersih, dan pembangunan sekat kanal secara mandiri oleh masyarakat.

Dalam program desa mandiri peduli gambut telah berhasil dibangun 24 sekat kanal yang membasahi areal gambut seluas 720 hektar dan rehabilitasi begetasi seluas 173 hektar. “ Hal ini semua Alhamdulilah dapat kami selesaikan dengan baik berkat dukungan Gubernur Kalteng dan Sekda serta jajaran di Provinsi Kalteng serta Bupati Pulang Pisau, Bupati Kapuas, Bupati Barito Selatan dan jajarannya.

Pihak lain yang mendukung seperti TNI/ Polri serta civitas akademika Universitas Palangka Raya, Universitas Lambung Mangkurat, tokoh masyarakat dan fasilitator yang umumnya anak-anak muda di desa setempat.

Sekda Fahrizal Fitri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Ia mengharapkan seluruh program dapat diterima dan didukung oleh Pemerintah Daerah khususnya kabupaten Pulang Pisau, Kapuas dan Barito Selatan. Berbagai fasilitas yang sudah dibangun dan kegiatan yang telah dilaksanakan masyarakat agar dapat berkelanjutan.

Sekda Fahrizal Fitri hadir didampingi Danrem 102/PJG Purwo Sudaryanto, Kapolda Kalteng Dedi Prasetyo, Wakajati Kateng Marang dan Plt. Dinas Lingkungan Hidup Kalteng Vent Chritsway. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya