LC dan Pegawai THM Di Rapid Antigen

Banjarmasin, KP – Satgas Pengendalian Covid-19 Kota Banjarmasin melaksanakan operasi yustisi ke beberapa Tempat Hiburan Malam (THM), Sabtu (20/03) malam.

Berdasarkan pantauan Kalimantan Post di lapangan, selain pengunjung, yang menjadi sasaran pengambilan sampel uji usap lendir di saluran pernapasan manusia ini juga banyak ditujukan kepada pihak pegawai dan Lady Escort (LC) atau pemandu lagu.

Operasi yustisi tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) berupa 5000 alat rapid test antigen kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Bantuan itu sendiri diberikan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran kasus Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Sehingga Pemko bisa sedini mungkin memberikan penanganan terhadap warga yang terdeteksi positif.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan, giat yang kali ini digelar dengan menyasar THM dan tempat-tempat lainnya yang disinyalir terjadi keramaian seluruh wilayah kecamatan.

“Kita bekerja sama dengan Pemko melakukan operasi yustisi ini. Ada sekitar empat atau lima THM yang kita datangi. Menyebar di lima kecamatan, termasuk kafe-kafe. ini bakal kita lakukan secara berkelanjutan,” ucapnya, di sela pengambilan sampel antigen di Armani Executive Club.

Dijelaskannya, setiap satu THM, ditargetkan dapat mengambil 25 orang sebagai sampel. Dengan artian 25 persen dari total jumlah pengunjung itu, apakah ada indikasi terpapar atau tidak.

Berita Lainnya
1 dari 1.229

“Ini salah satu bentuk upaya kita menekan angka penularan Covid-19 yang saat ini cenderung meningkat. Meskipun sebenarnya juga diimbangi dengan angka kesembuhan,” tambahnya.

Lantas, bagaimana jika ada yang ditemukan hasilnya positif?

Bagi yang positif, ditegakkannya, yang bersangkutan akan langsung didata dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

“Karena jika dibiarkan berkeliaran tanpa bergejala, akan sangat berbahaya bagi pengunjung dan warga lainnya,” ujar orang nomor satu di wilayah hukum Kota Seribu Sungai ini.

Kemudian, ia juga menegaskan, bahwa untuk THM yang jadi lokasi kerja penyintas Covid-19 itu tidak akan dilakukan penutupan sementara.

Menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan kebijakan yang ada. Pasalnya, Kalimantan Selatan tidak termasuk 10 besar provinsi yang menjadi prioritas.

“Tapi tetap kita selalu antisipasi resiko penularan virus ini,” pungkasnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui, bahwa sekarang ini di Banjarmasin banyak ditemukan orang-orang tanpa gejala.

Sehingga melalui cara tersebut diharapkan dapat menekan angka penularan kasus.

“Kita targetkan 125 sampel. Giat ini tidak hanya dilakukan malam ini, namun berkelanjutan. Sebagai upaya mengendalikan Covid-19 di Banjarmasin,” tutupnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya