Pengamen dan Anjal di Pasar Sudah Sering Masuk Rumah Singgah

Banjarmasin, KP – Beberapa hari kebelakang, Petugas Bidang Peningkatan Sarana dan Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin tengah disibukkan dengan kegiatan pembinaan terhadap para anak jalanan (anjal) dan pengamen yang beraktivitas di pasar.

Lantas bagaimanakah kelanjutan dari pembinaan anjal dan pengamen yang dijalankan oleh petugas Disperdagin Kota Banjarmasin itu?

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung upaya yang dijalankan oleh Bidang PSDP dan Pasar.

“Jika perlu, hasil razia mereka bisa langsung dikoordinasikan dengan rumah singgah,” ucapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/03) siang.

Dengan begitu, data yang sudah dihimpun oleh Tim Pembinaan Anjal dan Pengamen tersebut bisa disandingkan dengan data milik Dinsos, apakah sudah pernah menjalani pembinaan di Rumah Singgah atau tidak.

“Mereka (pengaman dan anjal) yang terdata oleh tim pembinaan anjal Bidang Pasar, bahkan juga ditertibkan oleh Satpol PP ini rata-rata adalah orang yang sama,” ungkapnya.

Termasuk dengan fenomena para badut jalanan yang saat ini sedang marak terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Baik itu badut yang dilakukan oleh anak maupun orang dewasa.

Pria dengan sapaan Iwan itu mengaku, jika rumah singgah yang dibawahi Pemko banjarmasin tersebut sudah sering membina para anjal dan pengamen jalanan. Dengan waktu maksimal pembinaan selama tiga hari.

Nantinya, sebelum keluar dari rumah singgah, warga binaan itu akan membuat surat yang ditandatanganinya terkait pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang membuat dirinya terjaring razia.

Berita Lainnya
1 dari 3.239

“Tapi yang kita lakukan itu tidak serta merta langsung diiyakan oleh warga binaan, karena beberapa hari keluar dari rumah rumah singgah ada saja mereka yang kembali turun ngamen jadi badut,” bebernya.

Kondisi itu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) tersendiri bagi Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait, khususnya Dinsos dan Satpol PP Kota Banjarmasin.

“Kalau tidak bisa menghilangkan, paling tidak kita harus mengupayakan untuk mengurangi jumlah warga yang mengandalkan profesi itu dalam mencari nafkah,” tukasnya.

Pasalnya, Iwan menambahkan, seperti main kucing-kucingan, pihaknya sedikit kewalahan dalam menanggulangi permasalahan anjal dan pengamen ini. Dirazia di jalan, mereka pindah ke lokasi baru misalnya pasar.

“Walaupun ada yang bandel dan tidak jera, Yaa mau tidak mau, yang jelas sedikit demi sedikit kita tetap melakukan pembinaan kepada mereka,” pungkasnya.

Razia yang dilakukan oleh tim yang dibentuk pada 10 Maret 2021 itu lantaran banyaknya laporan warga pasar, baik pedagang maupun pembeli yang merasa risih dengan perilaku anjal dan pengamen.

Perilaku yang dikeluhkan warga tersebut diantaranya seperti adanya oknum pengamen atau anjal yang meminta uang dengan cara memaksa.

Bahkan ada anjal yang dengan sengaja menyiram baju etalase milik pedagang lantaran tidak diberi uang.

Dengan alasan itulah Kepala Bidang (Kabid) PSDP dan Pasar, Ichrom Muftezar memutuskan untuk membentuk tim pembinaan anjal dan pengamen di lingkungan pasar.

“Semoga dengan diberikan arahan dan pembinaan, para anjal dan pengamen ini bisa merubah sikapnya yang dianggap meresahkan warga. Dengan begitu pasar kembali menjadi tempat yang nyaman dalam menjalankan jual-beli,” harap pria dengan sapaan Tezar itu. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya