Bupati Bartim Minta RKPD Tahun 2022 Harus Sesuai Kebutuhan Daerah

Tamiang Layang ,KP – Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas meminta Rencana Kerja Perangkat Daerah setempat tahun 2022 harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan aspirasi masyarakat sebagai upaya meningkatan kegiatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Rancangan RKPD yang didalamnya memuat substansi berbagai kebijakan, program atau kegiatan yang diusulkan pada belanja APBD Kabupaten Bartim 2022 merupakan hasil dari perencanaan pembangunan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pendekatan top down ( atas bawah ) dan bottom up ( bawah atas ) melalui penyelarasan usulan program atau kegiatan dari hasil musrenbang tingkat desa dan kelurahan, kecamatan, sampai dengan kabupaten,” kata Ampera AY Mebas usai Musrenbang Kabupaten Bartim tahun 2021 di Tamiang Layang, Rabu ( 31/3/2021 )

Ditambahkan Ampera, Penyusunan RKPD juga diharapkan dapat menghasilkan program/kegiatan yang partisipatif dan selaras dengan prioritas pembangunan Pemprov Kalteng dan nasional.

Hal ini sudah diamanatkan dalam Undang Undang Nomor : 23 Tahun 2014, bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah.

Berita Lainnya
1 dari 152

Masyarakat, pemerintah, dan swasta merupakan elemen penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Unuk itu dibutuhkan aspirasi – aspirasi dari para pemangku kepentingan sebagai variabel dalam penetapan program prioritas pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan dan pemerataan hak-hak dasar masyarakat yang berkeadilan dan berkesinambungan untuk dituangkan dalam rancangan RKPD Kabupaten Bartim tahun 2022.

Sebagai bentuk korelasi antara substansi RKPD dengan kerangka pendanaan dalam RKPD, maka dukungan partisipasi sumber daya masyarakat dan sumber pendanaan lainnya adalah elemen penting yang harus diupayakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan, disamping pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Bartim.

“Musrenbang ini merupakan pelaksanaan proses sinkronisasi program dan pendanaan dengan harapan bsa terbangun struktur perencanaan penganggaran yang mampu merealisasikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Kabupaten Bartim,” kata Ampera.

Lebih jelas lagi Ampera mengingatkan keterbatasan dana pembangunan daerah maka rencana program dan kegiatan pembangunan daerah untuk tahun 2022 yang akan dibahas dan dirumuskan supaya dipilih dan dipilah menurut skala prioritas dan dikelompokkan berdasarkan sumber pembiayaan seperti APBD Kabupaten Bartim, APBD Pemprov Kalteng, APBN, DAK, swadaya masyarakat dan dunia usaha swasta.

Acara Musrenbang Kabupaten Bartim tahun 2021 dilaksanakan secara virtual melalui video konferensi yang diikuti seluruh pejabat daerah, camat serta pejabat dari Bappeda Pemprov Kalteng. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya