Dirawat di RS, Nafsu Makan Echa ‘Putri Tidur’ Meningkat

Banjarmasin, KP – Usai terbangun dari tidur panjangnya, Putri tidur asal Kota Banjarmasin bernama Siti Raisa Miranda langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Ansari Saleh pada Sabtu (10/04) siang kemarin untuk mendapatkan perawatan medis.

Pasalnya, sejak terbangun pada Pukul 6.00 WITA yang lalu, gadis belia berusia 16 tahun itu kondisinya sangat lemah. Bahkan untuk mandi dan buang air kecil pun harus dibantu sang ayah dengan membopongnya ke kamar mandi semenjak ia terbangun di hari ke-9.

Namun, kini kondisi gadis yang akrab disapa Echa itu sudah mulai membaik. Nafsu makannya pun sudah mulai meningkat. Hal itu dibeberkan langsung oleh Direktur RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, Dr. dr. Izaak Zoelkarnain saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (11/04) sore.

“Alhamdulillah kondisi Echa sudah mulai membaik, nafsu makannya pun sudah agak banyak dibandingkan kemarin,” ungkapnya.

Ia mengakui, bahwa tubuh Echa masih belum bisa bergerak normal seperti orang pada umumnya. Pasalnya untuk makan pun masih perlu disuapi oleh orangtuanya. Namun dengan porsi yang lebih banyak daripada sebelumnya.

“Ini masih lemah mungkin karena kurang cairan di tubuhnya. Pertama datang kemarin itu makannya sedikit sekali. Sekarang sudah agak banyak. Walaupun masih dibantu oleh cairan infus,” ucapnya.

Kendati demikian, ketika ditanya apakah sudah ditemukan penyebab tidur panjang sang putri tidur ini?

Pria dengan sapaan Izaak itu menjelaskan, bahwa terkait hal itu pihaknya masih dalam tahap evaluasi yang belum bisa ditentukan kapan selesainya.

“Untuk perkembangan terakhir, saya masih belum mendapat laporan dari tim dokter. Tapi intinya penanganan Echa selalu akan kita evaluasi,” pungkasnya.

Sebelumya, raut wajah bahagia terlukis di wajah kedua orang tua Siti Raisa Miranda. Pasalnya, sang putri tidur asal Banjarmasin ini akhirnya bangun tersadar dari tidur panjangnya.

Gadis berparas manis dengan sapaan Echa itu diketahui sudah terlelap selama 9 hari sejak Kamis (1/4/2021) malam, dan tepat pada hari kesembilan, Sabtu (10/4/2021) pagi Echa sudah terbangun.

Berita Lainnya
1 dari 2.766

Menurut Ibunda Echa, Siti Lily Rusitah mengatakan bahwa dirinya mengetahui anaknya ketika bangun itu sekitar pukul 6.00 WITA.

“Waktu bangun itu tubuhnya masih lemas dan terlihat linglung. ya seperti orang bangun tidur lainnya,” ucapnya menceritakan saat ditemui awak media di kediamannya.

Mengetahui anaknya itu sudah bangun ia langsung mengantarkan Echa ke kamar mandi. Karena masih lemah. Menurut Lily, Echa terlihat lahap memakan anggur yang disiapkan oleh orang tuanya itu walaupun hanya sedikit .

Karena masih lemah, orang tuanya pun akhirnya memutuskan untuk mengantar anaknya ke rumah sakit sesuai dengan instruksi dari Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA.

Selain itu, Lili menerangkan Echa pun sudah bisa melakukan beragam aktivitas seperti duduk, berdiri, makan buah, mandi dan sebagainya.

“Juga sudah bisa bicara, tapi masih lemas. Makanya masih harus tetap dibantu untuk melakukan aktivitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Lily ini.

Dibeberkan juga oleh Lily, pada hari ada beberapa orang relawan yang datang untuk memberikan bantuan terhadap kondisi Echa, misalnya pijat tradisional dan semacamnya.

Dan saat sedang dipijit, Echa pun menitikkan air mata karena diduga sedang kesakitan.

“Tadi mengeluh kesakitan karena dipijat sampai menangis, sakit katanya,” jelas Lily.

Diketahui Echa sudah belasan kali tertidur panjang, diduga mengalami Kleine-Levin Syndrome yang menyebabkan hipersomnia.

Dijelaskan oleh Lily, setiap kali terbangun dari tidur berhari-harinya, kondisi Echa kerap seperti itu.

“Biasanya juga seperti itu, lemas dan belum stabil. Setelah beberapa hari baru benar-benar normal,” tutupnya. (KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya