RSUD Tamiang Layang Berupaya Maksimalkan Penyembuhan Pasien COVID -19

Tamiang Layang, KP – RSUD Kabupaten Barito Timur siap memaksimalkan penyembuhan pasien COVID-19.

“Kami akan berusaha dengan cara memaksimalkan perawatan dan pengobatan,” kata Direktur RSUD Tamiang Layang, dr. Vinny Safari melalui Kasi Pelayanan Medik, dr. Stepanus Eko Adi di Tamiang Layang, Rabu ( 26/5/2021 ) Dihubungi via telpon.

Perawatan dan pengobatan maksimal didukung sarana dan prasarana yang cukup memadai karna ada diantaranya alat bantuan maka itu akan dimanfaatkan dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) pusat berupa alat medik.

“Ada dua ventilator dan 30 unit Oximeter SPO2 bantuan BNPB untuk memaksimalkan penanganan pasien COVID-19,” kata pria dr Eko.

Saat ini, ventilator ditempatkan diruang isolasi B RSUD Tamiang Layang dan Oximeter SPO2 dipergunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam tubuh setiap pasien COVID-19.

Bantuan alat medik itu, kata dia, sangat membantu tenaga kesehatan dalam perawatan pasien COVID-19 dari bergejala sedang, ringan hingga berat yang memang menjalani perawatan isolasi di RSUD Tamiang Layang.

Berita Lainnya
1 dari 163

Bantuan dua ventilator kini menambah jumlah aset medik RSUD Tamiang Layang yang semula lima menjadi tujuh unit ventilator. Dengan tujuh ventilator, kata dia, manajemen RSUD Tamiang Layang optimis bisa menyembuhkan pasien COVID-19 dengan maksimal.

Dengan semakin terakomodasi fasilitas yang dimiliki dalam penanganan pasien COVID-19 bisa memaksimalkan tenaga kesehatan bekerja, sehingga angka penyembuhan pasien COVID-19 bisa meningkat.

Dalam peningkatan sarana medik, kata dia, RSUD Tamiang Layang juga sudah memesan alat tes Polymerase Chain Reaction atau PCR adalah alat pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pengoperasian dalam waktu dekat akan tiba dan bisa difungsionalkan,” kata dr Eko.

Sedangkan dalam pengobatan, kata dia, perawatan untuk pasien COVID-19 dibedakan menjadi dua, yaitu pasien tanpa gejala ( OTG ) dan pasien dengan gejala. Pasien tanpa gejala, jenis pengobatannya lebih fokus ke peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Untuk pasien COVID-19 yang bergejala, obat yang diberikan disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien.

“Jaga kesehatan dan tetap laksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk melawan Covid – 19 dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas sampai keadaan kembali normal,”Ungkap dr Stepanus Eko Adi. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya