Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Samahuddin : Denny Disinyalir Juga Terlibat Politik Uang

×

Samahuddin : Denny Disinyalir Juga Terlibat Politik Uang

Sebarkan artikel ini
IMG 20210512 WA0014
Mantan Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan, Samahuddin Muharram (KP/Istimewa)

Banjarmasin, KP – Keterangan Calon Gubernur (Cagub) Kalimantan Selatan yang menyatakan bahwa 70 persen masyarakat Banjarmasin yang memilih dalam Pemilu karena uang beberapa waktu lalu ditanggapi keras oleh Samahuddin.

Kalimantan Post

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan ini mengatakan bahwa pernyataan tersebut sangat tidak etis untuk disampaikan Denny Indrayana selaku figur Cagub Kalsel yang berlaga di Pilkada Kalsel tahun 2020.

Ia menilai data yang diklaim mantan Wamenkumham RI temuan survei tahun 2019 dari Lembaga Survey SMRC (Saiful Mujani Research an Consulting) tersebut bisa mencederai dan melukai hati masyarakat Kalsel secara keseluruhan.

“Jika Denny menjudge masyarakat Banjarmasin, memilih karena uang, berarti dari Pemilu yang dilakukan sebelumnya dia (Denny Indrayana) juga disinyalir terlibat politik uang,” ungkapnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima awak media, Selasa (11/05) siang.

Bukan tanpa alasan, analisa yang disampaikannya tersebut berdasarkan fakta dari persentase selisih perolehan suara kedua pasangan yang hanya sekitar 6000 suara.

Oleh sebab itu, menurutnya keterangan Denny Indrayana yang kabarnya mengantongi data survei tersebut, sangat tidak etis untuk diungkapkan oleh seorang calon gubernur.

“Seharusnya jika dia mengantongi survei di tahun 2019, kenapa dia juga ingin ikut mencalonkan diri,” ungkap Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Kalsel ini.

Statement H. Denny perihal lebih separo warga Banjarmasin memilih karena uang itu sebelumnya mengemuka saat diskusi virtual bertajuk “Demokrasi Dalam Cengkeraman Oligarki”.

Disebutnya tidak kurang dari 70% warga ikut memilih karena uang, namun hal itu buru buru dibantah Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas yang mengaku tak pernah merilis temuan survei terkait Kalsel di tahun 2019. (Zak/KPO-1)

Baca Juga :  Safari Ramadan Bersama LSM, Wali Kota Yamin Ajak Perkuat Sinergi Bangun Banjarmasin

Iklan
Iklan