Setahun Covid-19 Pukul Usaha Rumah Kos

Seperti di kos-kosan yang berlokasi di Jalan Sultan Adam Komplek Haji Andir, Sami pemilik kos mengaku dari 10 kamar saat ini semuanya sudah kosong ditinggalkan penyewanya

BANJARMASIN, KP – Dampak pandemi virus corona (Covid-19) hampir memukul semuanya perekonomian dan berbagai jenis usaha, termasuk rumah kos.

Di Banjarmasin sejak pandemi setahun lalu itu mewabah, sekarang banyak usaha rumah kos-kosan yang ditinggalkan penghuninya yang umumnya adalah mahasiswa karena pemerintah menerapkan kegiatan bekerja dan belajar dari rumah.

Selain dihuni mahasiswa banyak juga penghuni kos terutama yang berasal dari luar daerah dan sebelumnya bekerja di Banjarmasin memilih tidak melanjutkan sewa karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas dari Covid-19.

Seperti di kos-kosan yang berlokasi di Jalan Sultan Adam Komplek Haji Andir. Sami pemilik kos tersebut mengatakan, dari 10 kamar kos miliknya saat ini semuanya sudah kosong ditinggalkan penyewanya

“Padahal sebelum pandemi Covid-19 tempat kos milik saya semuanya nyaris selalu terisi,” ujarnya kepada {KP} Kamis (6/5) kemarin.

Ia mengatakan umumnya para penyewa rumah kos miliknya adalah para mahasiswa. ” Kebetulan rumah kos- kosan milik saya tidak jauh dari kampus STIHSA dan STIKIP PGRI,” ujarnya.

Berita Lainnya

Awasi Postingan Medsos NaGa

1 dari 2.952

Sami mengatakan, para penyewa rumah kos yang memilih keluar dikarenakan mahasiswa baik yang kuliah di perguruan tinggi negeri atau swasta tidak lagi mengikuti perkuliahan secara langsung di kampus, namun dilaksanakan melalui sistem online untuk mencegah penularan Covid-19.

Tak hanya kos-kosan milik Sami, sebuah kos berlokasi di Kelurahan Pangeran yang letaknya di belakang Kampus STIE Jalan Brigjen H Hasan Basri (Kayu Tangi) dan juga tidak jauh dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) juga mulai satu persatu ditinggal para penghuninya sejak Mei 2020 tahun lalu.

Jarsani, sang pemilik salah satu rumah kos di kawasan itu mengatakan, dari total 25 kamar, kini hanya 8 kamar yang terisi.”Biasanya sebelum Covid-19 paling kosong hanya 3 atau maksimal sampai sekitar 6 kamar, itu pun kosong paling hanya 1-2 bulan. Kalau sekarang ini sepi penghuni ,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian besar penghuni kos yang keluar itu adalah para mahasiswa. Umumnya mereka memilih tidak melanjutkan sewa kos karena semua kegiatan kuliah sampai sekarang masih dilakukan secara online.

“Sekarang kan kuliah dilaksanakan melalui sistem daring, jadi mahasiswa tidak lagi tinggal di tempat kos dan memilih pulang kerumah orang tua mereka di daerahnya masing- masing,” katanya.

Baik Sami dan Jarsani hanya berharap Pemko Banjarmasin memberikan keringanan bagi pengusaha pemondokan seperti mereka dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.

” Sebab sesuai Perda Kota Banjarmasin usaha pondokan atau rumah kos jika memiliki jumlah kamar yang sudah ditentukan dikenakan pajak,” ujar Sami.

Lebih jauh kedua pemilik rumah kos ini hanya bisa berdoa pandemi virus corona segera berakhir dan rumah kos miliknya kembali ramai dengan hadirnya para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan baik di perguruan tinggi negeri atau swasta yang ada di kota ini. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya