Sidak Ritel Modern, Kripsi Expired Langsung Disita

Banjarmasin, KP – Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Banjarmasin pada salah satu ritel modern di kawasan Duta Mall mendapati produk olahan makanan ringan yang sudah memasuki masa expired atau kadaluarsa.

Kepala Bagian Tata Usaha, Balai Besar POM di Banjarmasin, Hartono membeberkan, bahwa produk makanan ringan tersebut berupa keripik singkong hasil olahan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Memang sudah bulannya mendekati expired. Jadi mau tak mau kita amankan produk olahan makanan,” tegasnya disela sidak tersebut.

Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dengan melakukan cek LICK. Yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa.

Menurutnya, cara tersebut menjadi salah satu senjata yang bisa dilakukan warga untuk menghindari bahan pokok yang sudah kadaluarsa.

“Biasanya yang perlu diwaspadai ketika mendekati lebaran seperti sekarang seperti ini adalah biskuit serta pangan segar seperti daging dan pangan beku,” pungkasnya.

Sidak tersebut merupakan kegiatan wajib yang dilakukan dalam mendekati perayaan hari raya Idulfitri 1442 H.

Maka dari itu, Pemko Banjarmasin (Pemko) Banjarmasin bersama instansi terkait lainnya melakukan sidak bahan pokok ke sebuah pusat perbelanjaan modern di Banjarmasin.

Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa setiap produk makanan yang dijual layak untuk dikonsumsi konsumen.

Mengingat saat setiap momen lebaran, kebutuhan masyarakat juga kerap meningkat. Sehingga tidak menutup kemungkinan membuat ketelitian akan kandungan atau masa kadaluarsa makanan sering terlupakan.

Berita Lainnya
1 dari 3.252

“Seperti biasa dalam rangka mendekati lebaran. Sebutlah inspeksi, terkait kadaluarsa atau tidaknya sebuah barang yang dijual ke konsumen,” ucap Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen saat dikonfirmasi awak media, di sela peninjauannya ke Hypermart, Duta Mall, Selasa (04/05) siang.

Kendati demikian, temuan petugas BPOM yang dijelaskan di awal tadi rupanya berbeda dengan hasil pantauan Fydayeen.

Ia mengaku tidak menemukan ada bahan makanan yang kadaluarsa. Apalagi menurutnya dari pihak Hypermart, juga sudah melakukan proteksi secara ketat terhadap makanan yang dijual sebelum proses pendistribusiannya.

“Terakhir yang saya lihat ada keju yang masa Expirednya berakhir bulan November 2021. Kita percaya, kalau kawan-kawan disini menerapkan sistem yang bagus dalam menjalankan sebuah ritel modern. Termasuk ketika ada barang yang mendekati kadaluarsa,” tambahnya.

Disamping itu, pria dengan sapaan Dayeen itu meminta, agar bahan makanan yang sudah mendekati masa kadaluarsanya untuk dikembalikan kepada distributor agar bisa diganti dengan barang baru.

“Kita minta kepada pengelola untuk mengembalikan barang yang beberapa hari lagi masuk masa kadaluarsa agar diganti yang baru. Jangan sampai dijual ke masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Store Manager Hypermart Duta Mall Banjarmasin, Jeffry Donovan mengaku, bahwa dirinya menjamin keamanan seluruh produk yang mereka jual.

“Karena kami sangat memperhatikan masa kadaluarsa setiap produk makanan yang dijual di tempatnya,” imbuh Jeffry.

Bahkan, menurutnya, di setiap Selasa, pihaknya rutin melakukan pengecekan masa kadaluarsa seluruh produk lama. Kemudian di Sabtu dan Minggu melakukan pengecekan barang yang baru atau masih fresh.

“Kita selalu rutin melakukan pengecekkan. Kalau ada ditemukan maka akan di return ke supplier untuk dimusnahkan,” tutup Jeffry. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya