Banyak Harapan Warga Diera Kepemimpinan Ibnu-Arifin

Banjarmasin, KP – Pasangan Ibnu Sina – Arifin Noor akhirnya resmi menjabat Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin setelah dilantik Pejabat (Pj) Gubernur Kalsel Safrizal ZA di Gedung Mahligai Pancasila. Rabu (23/6/2021).

Terpilihnya Ibnu Sina sebagai calon petahana berpasangan dengan Arifin Noor yang berlatar belakang birokrat ini, mengalahkan tiga paslon lainnya, yaitu Abdul Haris Makkie-Ilham Noor , paslon Hj Ananda- Mushaffa Zakir dan paslon Khairul Saleh- Habib Muhammad Ali Al-Habsyi.

Kendati kemenangan Ibnu Sina – Arifin Noor sebagai Walikota dan Wakil Walikota terpilih dalam Pilkada 2020 sempat diwarnai Pemungutan Suara Ulang (PSU) menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan paslon Walikota dan Wakil Walikota Hj Ananda dan Mushaffa Zakir.

Bahkan dalam PSU yang berlangsung 28 April 2021 Ibnu Sina – Arifin Noor kembali tetap dinyatakan sebagai pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan perolehan suara 89.378 suara.

Atas kemenangan ini paslon Hj Ananda – Mushaffa Zakir yang memperoleh 71 262 suara melalui tim kuasa hukumnya kembali mengajukan penolakan hasil perhitungan suara PSU dan kembali melayangkan gugatan ke MK, namun ditolak.

Sejumlah warga pun berharap kepada Ibnu Sina – Arifin Noor sebagai Walikota/Wakil Walikota terpilih, agar mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan sesuai amanah yang diemban dan telah diberikan masyarakat ibu kota Kalsel ini.

“Terutama dalam menuju arah perubahan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan kota ini” kata sejumlah warga kepada {KP} Kamis (24/6/2021).

Sebagaimana dituturkan Muhammad Zaini (40) warga Jalan Kelayan A Kelurahan Murung Raya . Menurutnya, saat ini tugas utama yang dihadapi Walikota/Wakil Walikota terpilih adalah menuntaskan penanganan wabah virus corona (Covid-19). Mengingat, wabah berawal dari Kota Wuhan Cina dan menyebar hampir seluruh dunia itu masih belum sepenuhnya mampu teratasi.

Belum lagi lanjutnya, dampak akibat Covid-19 dimana berbagai kegiatan usaha dan perekonomian masyarakat menjadi terpuruk. “Bahkan tidak sedikit dunia usaha yang dengan terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan mereka,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.234

Hal senada juga dikemukakan H Zainal (55) warga Sultan Adam yang menyatakan harapannya, agar walikota/wakil walikota Banjarmasin terpilih memprioritaskan kualitas pendidikan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

Sementara Mashunani (57) warga kawasan Jalan Teluk Tiram berharap, walikota/wakil walikota Banjarmasin terpilih untuk lebih memprioritaskan pembangunan wilayah pinggiran. Menurutnya.

perencanaan pembangunan wilayah pinggiran harus dijadikan skala prioritas agar pelaksanaan pembangunan di kota ini lebih merata. “Masalahnya karena masih banyak pembangunan infrastruktur, seperti jembatan, titian , jalan maupun sarana prasarana pendidikan dan kesehatan yang menurut perbaikan,” ujarnya

Secara terpisah, seorang advokat/pengacara Isai Panantulu mengatakan, tumbuhnya demokrasi menuntut akuntabilitas dari seluruh penyelenggara negara ini. Bukan bukan hanya ujarnya dari seluruh wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif, tapi juga pemimpin atau pejabat di pemerintahan.

“Karenanya siapapun mendapat mandat dari rakyat sebagai kepala daerah atau sebagai wakil rakyat mereka dituntut bekerja keras dalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat,” kata Isai Panatulu.

Ia menegaskan, bahwa sebagai kepala daerah baik Gubernur, Walikota/ Bupati wajib memberikan ruang bagi partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan, apalagi hal itu menyangkut kepentingan rakyat.

Masalahnya katanya melanjutkan, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pemimpin untuk menangkap aspirasi dan apa yang menjadi harapan rakyat. Selanjutnya dengan kekuasaan serta kewenangan yang dimiliki kemudian berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi harapan itu demi terwujudnya kesejahteraan rakyat ke arah lebih baik lagi.

“Jelasnya, inti dan tujuan dari pelaksanaan demokrasi tidak lain haruslah menghasilkan manfaat yang nyata bagi rakyat,” katanya.

Lebih jauh ia menegaskan, bahwa tantangan pembangunan yang dihadapi daerah ini kedepan akan semakin berat, sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang cerdas dan memiliki kredibilitas serta jujur, adil dan mengutamakan kepentingan rakyatnya. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya