DPRD Kalsel Soroti Kasus Varian Baru Covid-19

Berita Lainnya
1 dari 3.215

Batulicin, KP – DPRD Kalsel kini menyoroti kasus varian baru Covid-19 yang mulai terdeteksi masuk ke wilayah Kalimantan, terutama tren peningkatan kasus di Indonesia.
“Lonjakan tren kasus aktif Covid-19 terjadi di 10 provinsi di Indonesia, salah satunya di Kaltim,” kata anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, usai melakukan Sosialisasi Perda Nomor 11 tahun 2011 di Desa Sukamaju, Kabupaten Tanah Bumbu, kemarin.
Apalagi Kabupaten Paser (Kaltim) juga sangat berdekatan dengan Sengayam (Kotabaru), sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan penulara perlu waspada terhadap tingginya kasus lonjakan dari varian baru dan sebagainya.
“Kaltim itu berbatasan langsung dengan Kotabaru dan Tanah Bumbu, sehingga saya coba memberikan informasi agar protokol kesehatan jangan sampaikan dilonggarkan,” ujar Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.
Paman Yani juga menyayangkan masih ada acara kumpul-kumpul, perkawinan, dan sebagainya tanpa memperhatikan protokol kesehatan hingga menjadikan klaster baru penularan Covid-19.
“Kami berharap tidak terjadi di sini, mengingat adanya lonjakan kasus Covid-19 di luar provinsi Kalsel bahkan muncul varian baru. Ini harus jadi perhatian,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Hingga 15 Juni 2021 lalu, ratusan lebih kasus varian baru Covid-19 ditemukan di Indonesia. Terlebih pula baru-baru ini, penularan bertambah dan kini menjadi 12 provinsi yang dinyatakan sebagai wilayah kategori dalam kasus aktif penularan dari mutasi virus tersebut.
“Saat ini yang perlu diwaspadai adalah klaster keluarga. Intinya jangan sampai lengah dengan prokes yang telah diterapkan selama ini,” ungkap Paman Yani.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Ulin Banjarmasin Muhammad Aini mengakui telah jenuh dengan Covid-19, namun masyarakat dihimbau jangan melonggarkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
“Jadi, masyarakat perlu waspada dengan varian baru yang disebut Corona Virus Delta. Ini dua kali lipat lebih berbahaya,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Desa Sukamaju, Sukmo Riyanto mengatakan telah membentuk satuan tugas Covid-19 tingkat desa dalam rangka mencegah, mengantisipasi dan memproteksi terjadinya penularan Covid-19.
“Kami sudah mengetahui varian baru, dan selalu menyosialisasikan kepada warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan rutin melakukan penyemprotan,” jelasnya.
Untuk diketahui, data yang tercatat melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Jawa Tengah (Jateng) menjadi penyumbang terbanyak dalam temuan kasus varian baru yakni mencapai 76 kasus.
Sedangkan untuk DKI Jakarta terdapat sekitar 48 kasus, Sumatera Selatan hanya empat kasus. Sementara, Jawa Timur (Jatim) 3 kasus, Kaltim tiga kasus dan Kalteng tiga kasus. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya