Hampir Sepekan Tak Turun Hujan
Cadangan Air di Kotabaru Mulai Surut

Kotabaru, KP – Hampir sepekan terahir hujan tidak mengguyur Kotabaru wilayah perkotaan, cadangan air bersih sudah mulai surut.

Terkhusus cadangan air bersih kelolaan swadaya masyarakat yang hanya mengandalkan bendungan kecil di pinggiran aliran sungai, jika hujan tidak turun dengan intensitas sedang, maka secara otomatis akan menyurut.

Disampaikan oleh Salah seorang pengelola air Swadaya di Desa Semayap Kecamatan Pulaulaut Utara, Abdullah, yang kerap di panggil Abah Udin menyatakan, “Kurangnya pohon pohon kayu di hulu sungai yang bisa menyerap air, berpengaruh besar dari cepatnya menyurut cadangan air di sungai pak. Sehingga, kita benar benar mengandalkan curah hujan saja. Jika dalam seminggu hujan tidak turun dengan curah sedang, sudah dipastikan cadangan air berkurang,” ujar Abdullah yang mengaku mengelola air sejak, tahun 2006, bersama beberapa warga lainnya, kemudian menambahkan.

Berita Lainnya
1 dari 207

“Berbeda pada zaman dahulu, saat pohon pohon belum habis di tebang, baik oleh pemilik kebun, ataupun oleh penebang liar, walaupun hujan tidak turun dalam waktu sebulan, aliran sungai masih juga mengalir, walau tak deras. Kalau sekarang, dalam waktu seminggu tidak hujan bisa kita lihat di Salo kayyang, Sungai besar, (nama sungai yang melintas di desa Semayap), airnya sudah nyaris habis, kecuali yang mengendap di beberapa palung palung kecil sepanjang aliran sungai,” terangnya.

Di akui oleh Abdullah, bahwa saat kemarau berkepanjangan, yakni hujan tidak turun dalam jangka waktu 3 bulan, semua cadangan air kelolaan swadaya akan mengalami kekeringan, karena kapasitas bendungannya tidak banyak, bahkan hanya membelokkan aliran air di bagian hulu sungai ke dalam pipa yang di tanam di pinggiran, sementara aliran besarnya yang utama, tetap mengalir ke bawah.

Di katakan bahwa, “saat debet air sudah sangat terbatas, daya dorong air di dalam pipa yang hanya mengandalkan gravitasi tentunya sangat lemah. Sehingga distribusi air kepada pelanggan tidak mungkin bisa merata. Karenanya, saat itu. Aliran air ke pipa pelanggan, sudah tidak dijalankan lagi. Dan iuran pemeliharaan juga secara otomatis terhenti,” katanya. (and/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya