Hilangkan Istilah ‘Siang Goyang Ngebor, Malam Organ Tunggal’ di Antasan Bondan

Banjarmasin, KP – Upaya Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menghilangkan istilah ‘siang goyang ngebor, malam organ tunggal’ di kawasan titian Antasan Bondan kini sudah mulai dilakukan.

Istilah yang muncul awal tahun 2020 lalu itu sempat viral di masyarakat gara-gara kondisi jalan titian yang digunakan warga untuk beraktivitas di kesehariannya itu sangat memprihatinkan. Banyak papan titian yang lepas dan mulai bergoyang.

Namun kini istilah tersebut pelan-pelang dihilangkan dengan mulai melakukan perbaikan titian sepanjang 720 meter tersebut.

Dari pantauan di lokasi, Selasa (15/06) pagi, nampak sejumlah pekerja tengah sibuk memperbaiki jalan titian yang dimulai dari ujung jalan, tepatnya di RT. 16. Sedangkan RT 17 belum ada pekerjaan

Sebagian tukang tampak sedang bekerja menancapkan galam ke sungai. Sebagiannya lagi membuat lantai dan pondasi jalan titian, dengan bahan dasar kayu ulin.

Ketua RT. 17 Jalan Antasan Bondan, Rahimah mengaku sudah lama menantikan adanya perbaikan titian. Karena selama ini, warga setempat hanya dapat melakukan perbaikan dengan tambal sulam secara swadaya.

“Ada relawan memberikan uang kami belikan bahan-bahannya. Jadi sementara menunggu perbaikan kita tambal sulam seadanya,” ujarnya.

Dari informasi yang Ia terima, perbaikan jalan titian di wilayahnya, menunggu giliran selesai perbaikan dari RT 16. Mengingat titik awal perbaikan dimulai dari wilayah itu.

“Kabarnya dua bulan lagi diperbaiki. Menunggu selesai di RT sebelah dulu. Selama ini warga menyebut jalan disini kalau siang goyang ngebor kalau malam organ tunggal. Saking ributnya kalau ada yang lewat,” cetusnya.

Ia pun berharap, selain memperbaiki jalan titian, Pemko Banjarmasin juga bisa menambahkan dengan lampu penerangan. Pasalnya selama ini, penerangan jalan pada saat malam hari hanya mengandalkan lampu teras rumah warga.

“Kita berharap nantinya juga diberikan lampu penerangan, agar tak ada lagi yang jatuh. Karena lampu teras warga juga tak seberapa,” harapnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.234

Disamping itu, Kepala Kontraktor jalan titian Antasan Bondan, H. Upi mengatakan, bahwa pihaknya baru mulai bekerja dalam satu minggu terakhir.

“Kalau sesuai kontrak kerja pengerjaan selama 6 bulan, untuk RT. 16 dan RT. 17. Tapi kita targetkan selesai 5 bulan. Sebulan sisanya tahap finishing dan perawatan,” ucapnya saat dibincangi awak media, Selasa (15/06).

Ia menjelaskan, dalam perbaikannya, jalan titian Antasan Bondan tersebut akan ditinggikan sekitar 20 CM dari bangunan awal. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghindari genangan saat air pasang.

Kemudian, untuk lebar jalan 140 CM dan di sepanjang sisi jalan titian diberikan pagar setinggi 80 CM.

Tak hanya sampai disitu. L Setiap 100 meter jalan akan diberikan ruang dengan lebar 500 lebar untuk mempermudah pengendara ketika akan berselisihan jalan, atau ingin memutar balik arah.

“Desain ini juga sudah kita sesuaikan dengan permintaan warga setempat. Kemudian kita sampaikan lagi kepada Pemko Banjarmasin,” tambahnya.

Disinggung mengenai kendala pengerjaan di lapangan, Ia pun tak menampik bahwa terdapat sejumlah kendala yang ditemui di lapangan. Terlebih akses jalan titian ini adalah satu-satu jalan warga, sehingga tidak ada alternatif lain.

“Kendalanya karena tidak akses jalan lain. Jadi tidak bisa kita bongkar seluruhnya dulu. Tapi kita tetap optimis sesuai target. Dalam sehari kita targetkan bisa mengerjakan 10 meter,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Disperkim Kota Banjarmasin, Agus Agus Heri Jayadi membeberkan. Bahwa proses pembangunan titian tersebut dibangun dengan anggaran 2,8 M.

“Yang dilakukan dengan jangka waktu 180 hari kalender atau 6 bulan mulai pada 21 Mei sampai 16 November 2021,” bebernya.

Ia menjelaskan pekerjaannya meliputi perbaikan titian dengan kayu ulin yang akan dilapis dengan cor-coran beton. Kemudian juga ditambahkan pagar dengan kayu ulin.

Perbaikan itu akan dilakukan sepanjang 719 meter dengan lebar 1,4 meter dan dilakukan di jalan titian di dua RT yakni RT 16 da 17.

“Kita harap karena ini pekerjaan yang mengganggu aktivitas keluar masuk masyarakat, makanya kami kerjakan secara bertahap. Jadi kami harap warga mendukung dan bersabar dulu. Demi kenyamanan warga,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya