KONI dan PGSI Kalsel Diprediksi Akan saling ‘buka-bukaan’

Kamis besok, KONI Kalsel dan PGSI Kalsel akan mengadakan pertemuan guna membahas tentang, terancam batalnya training camp gulat PON XX Kalsel

Banjarmasin, KP – KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Kalimantan Selatan, dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) Kalsel, untuk membahas permasalahan tentang terancam batalnya training camp atlet gulat PON XX Kalsel ke Ciloto Jawa Barat..

Pertemuan dijadwalkan Kamis (17/6/2021) besok di aula KONI Kalsel di Komplek GOR Hasanuddin mulai jam 09.00 wita. Akan dihadiri para petinggi KONI dan PGSI Kalsel, kemungkinan akan saling ‘buka-bukaan’ guna mendapatkan solusi menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi.

Sebagaimana diberitakan media setempat, Agenda training camp atau latihan terpusat ke Ciloto Jawa Barat, yang disusun Tim Gulat Kalimantan Selatan terancam tertunda hingga adanya pembatalan.

Pasalnya, keberangkatan yang dijadwalkan pada 14 Juni ini masih belum mendapat persetujuan dari KONI Kalimantan Selatan.

Ketua tim Satgas Pelatprov Wasaka, yang juga kepala bidang bina prestasi KONI Kalsel mengakui jika usulan dana keberangkatan tersebut baru ia terima beberapa hari lalu, dan sat ini masih dilakukan penelaahan.

“Saat ini kita masih telaah lagi usulan anggarannya,” ujar Gt Perdana Kesuma Ketua Tim Satgas Pelatprov Wasaka.

Berita Lainnya
1 dari 400

Sementara Pelatih Gulat Kalsel, Zulkhaidir mengatakan, pihaknya merencanakan training camp 1 bulan di Ciloto, tapi hingga saat ini masih belum ada kepastian, padahal sudah masuk program latihan kita.

Selain gulat, pada Juni ini sudah ada beberapa cabang olahraga yang merencanakan beruji coba seperti dayung, biliar, atletik serta pencak silat.

Sebelumnya, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Provinsi Kalimantan Selatan, Fitri Hernadi mengutarakan, Pada awal pencairan dana hibah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kalsel pada bulan April 2021 kemaren, Dispora mengharapkan KONI bisa bergegas berkoordinasi dengan cabor untuk pelaksanaan Training Camp maupun Tryout yang menjadi program olahraga unggulan Kalsel untuk menghadapi PON XX Papua 2021.

Saat ini Pemerintah Provinsi juga sedang melakukan berbagai upaya agar anggaran pemberangkatan 26 Cabor Kontingen Kalsel yang lolos PON dapat disediakan, sehingga kiranya KONI tidak berlindung di balik birokrasi berbelit untuk memfasilitasi program latihan yang telah diajukan Cabor.

‘’Pencairan telah 2 bulan yang lalu, lebih awal dari harapan Pemerintah Pusat untuk persiapan PON, saat ini semua upaya dilakukan agar kontingen Kalsel dapat memenuhi target prestasi, tidak ada komunikasi yang menghambat dan jangan bekerja seolah-olah dalam kondisi biasa,’’jelas Fitri Hernadi kepada wartawan di Banjarmasin Senin.

Presiden sudah minta semua fihak mensukseskan PON XX Papua, dan Kalsel berharap KONI bertanggung jawab membantu cabor melakukan akselerasi dalam program latihannya. Semangat kolaborasi dan sinergi jangan terhambat alasan koordinasi karena masih terpaku pada budaya lama yang memperlambat percepatan kesuksesan kontingen Kalsel, tambahnya.

Sudah saatnya kontingen Kalsel bergerak berlari mengejar target PON XX Papua, semua pihak mendukung KONI untuk melakukan percepatan pembinaan, dan kita semua berkomitmen memfasilitasi cabor agar gigih berlatih. Anggaran tdk hanya tersedia pada hibah KONI, pada program Dispora juga melengkapinya dengan pemberian insentif atlet dan pelatih serta anggaran pembelian alat tanding. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya