Seru, Allstars Kalsel tundukkan JPOK FC

Banjarmasin, KP – Laga persahabatan tim Allstar Kalsel melawan JPOK FC Banjarbaru, Kamis petang (3/6) di lapangan sintetis internasional Green Yakin Soccer Field (GYSF) Jl A Yani Km 10 Kertak Hanyar berlangsung seru.

Dalam pertandingan berdurasi 90 menit dibagi tiga babak. Allstar Kalsel unggul lebih dulu 3-1 di babak pertama. Namun pemain JPOK mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 3-3 pada babak kedua. Pada babak ketiga yang menjadi penentuan, Allstar Kalsel yang melakukan pressure melalui Zola, Wahyu dan Herman PDAM dan Mansyur Binuang berhasil menambah gol, yang mana gol bunuh diri terjadi akibat blunder penjaga gawang dan kelengahan pemain bawah JPOK, kedudukan menjadi 4-3.

Saat pertandingan tersisa beberapa menit, Herman yang rajin melakukan terobosan akhirnya mencetak gol penentu yang mengantarkan Allstar unggul 5-3.

Gol-gol JPOK FC masing-masing dicetak Rolly, Hamni dan Syamani.

Pelatih JPOK, Upik Lasunk didampingi Tim Manejer Khalil dan official Hamni, mengakui pertandingan persahabatan untuk meningkatkan hubungan silaturahmi sesama penggemar sepakbola tersebut, berlangsung seru dan sesekali diwarnai dengan permainan keras, namun semuanya tetap dalam koridor yang mengutamakan dan menjunjung tinggi sportifitas. Sehingga dalam laga 3x 30 menit yang dipimpin wasit PSSI Gunawan, tetap lancar dan tertib, tidak sampai terjadi insiden yang merusak makna persahabatan.

Berita Lainnya
1 dari 378

‘’Kami dari JPOK FC yang materi pemainnya didominasi para guru olahraga, sangat berterimakasih atas undangan ‘friendly games’ dari pihak Allstars Kalsel, apalagi pertandingannya dilangsungkan di lapangan yang sangat bagus dan nyaman, memiliki rumput sintetis standar internasional,’’ papar Upik Lasunk, yang juga pengusaha karpet untuk lapangan futsal dan bulutangkis.

Manager Allstar Kalsel, Yuyu Rahmat Mulyana dan pelatih Mulyani, mengakui materi yang dimiliki JPOK FC sangat padu, semua pemainnya memiliki kecepatan, dan sangat tenang dalam penguasaan bola.

‘’Pemain JPOK yang terdiri dari para guru olahraga tersebut hanya kurang jam terbang, sehingga pengalaman tanding mereka kalah dibanding pemain Allstar yang notabene kenyang melakoni berbagai pertandingan, baik tingat provinsi, regional maupun nasional, dengan melakukan lawatan menghadapi klub-klub di Jakarta, Bandung, Semarang dan Sidoarjo,’’ jelas Yuyu Rahmat .

Ditambahkan legenda Peseban yang menjadi andalan Allstar Kalsel untuk tendangan bebas bola mati, Dian Ardiansyah, menghadapi pemain JPOK yang memiliki kekuatan fisik dan kecepatan bagus, menguntungkan bagi Allstar Kalsel untuk menambah pengalaman tanding, sehingga akan makin solid menghadapi tim lainnya.

‘’Laga pesahabatan ini lebih mengutamakan peningkatan hubungan silaturahmi, meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh, supaya bisa menangkal penularan virus covid-19 yang hingga saat ini belum mereda,’’ pungkas Dian. (nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya