Sudah Mulus, Tapi Bahu Jalan Terlalu Tinggi

Banjarmasin, KP – Pembangunan jalan di ruas Jalan Cemara Ujung, Kecamatan Banjarmasin Utara rupanya masih belum membuat warga yang melintas di ruas jalan tersebut nyaman.

Pasalnya, jalan penghubung Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan Kota Banjarmasin itu memiliki bahu atau sisi jalanan yang tinggi, sehingga dinilai membahayakan bagi pengguna jalan yang kesehariannya melintas di sana.

Hal itu diakui langsung oleh Rans. Saat dibincangi awak media, warga Batola yang tinggal di Komplek Griya Permata, Handil Bakti itu merasa was-was jika melewati ruas jalan tersebut.

“Banyak bahu jalan yang terlalu tinggi, jadi kami yang melintas di jalan ini jadi takut terperosok ke bahu jalan,” ungkapnya pada awak media, Kamis (10/6) sore.

Bukan tanpa alasan, menurut pria berusia 35 tahun itu, yang paling ditakutkan ketika terjadi selip atau tergelincirnya ban sepeda motor.

“Apalagi kalau hujan. Sedikit saja lengah, bisa saja pengendara jatuh gara-gara tergelincir di tepi jalan. Untuk naik ke jalan juga sulit. Pasti licin karena bahu jalan yang masih terlalu curam untuk dinaiki motor,” tukasnya.

Selain kondisi bahu jalan yang membahayakan pengendara, kekhawatiran yang ia rasakan itu juga diperparah dengan banyaknya warga yang melawan arus lalu lintas.

Padahal di sepanjang ruas Jalan Cemara Ujung itu sudah jelas menerapkan lajur satu arah, yaitu hanya digunakan untuk pengendara yang menuju ke arah simpang 4 cemara.

“Makin membuat jalan lebar jalan menjadi sempit,” pungkasnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Raji. Warga Jalan Semangat Dalam itu mengaku bahwa dirinya setiap pagi harus melewati ruas jalan itu dengan penuh kehati-hatian.

Berita Lainnya
1 dari 2.988

“Yaa kota harap pemerintah bisa secepatnya menanggulangi ini sebelum ada korban yang jatuh gara-gara bahu jalan yang tinggi ini,” ujar pegawai swasta di Kota Banjarmasin ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian bahu jalan memang tidak merata di jalan tersebut. Ada yang sebetis dan Ada juga yang di atas mata kaki orang dewasa.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Jalan, Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra menjelaskan bahwa proses pembangunan di ruas Jalan Cemara Ujung tersebut memang belum selesai sepenuhnya.

Ia juga tidak menampik kalau bahu jalan yang tinggi tersebut memang banyak dikeluhkan warga.

“Tapi kita sudah ada merencanakan pembangunan bahu jalan itu dikunci dengan bahan beton, tentu tujuannya agar tidak membahayakan bagi pengguna jalan,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Kamis (10/6) siang.

Saat ditanya kapan pelaksanaan proyek bahu jalan itu, ia tidak membeberkan kepastian kapan pengerjaan itu dimulai.

“Kita lihat kondisi dulu, karena waktu pelaksanaannya juga masih lama,” imbuhnya.

Ia menilai, keluhan warga tersebut sebenarnya diakibatkan banyaknya warga yang melawan arus. Padahal kondisi jalan itu sendiri sudah nyaman di lewati warga.

“Ini satu paket dengan pembangunan badan jalan. Jadi bahu jalannya kami juga yang mengerjakannya, dengan menggunakan anggaran yang sama,” jelas Chandra.

Ia mengakui bahwa proyek peninggian badan jalan di ruas Jalan Cemara Ujung itu memang sengaja dilakukan untuk menghindari terendam air ketika kondisi permukaan sungai meningkat.

“Jadi kita sesuaikan supaya nyaman dan menghindari terendam air ketika ada banjir, jadi pengerjaan bahu jalan ini nantinya akan disesuaikan atau situasional ketinggiannya,”katanya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya