Kalsel Perbaiki Jalan Sepanjang 148 Kilometer

Banjarmasin, KP – Komisi III DPRD Kalsel meminta masyarakat bersabar dengan perbaikan jalan, dimulai Asam-asam Kabupaten Tanah Laut hingga Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu sepanjang 148 kilometer.

“Jadi masyarakat harus bersabar dengan perbaikan jalan ini,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani, usai meninjau perbaikan jalan dan jembatan di Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu, akhir pekan lalu.

Sahrujani mengungkapkan, proses pebaikan jalan sedang berlangsung, sehingga cukup mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut, terutama warga di tiga kabupaten, yakni Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Kerusakan jalan ini terjadi di beberapa titik, karena bencana banjir sejak 25 Desember 2020 lalu,” tambah politisi Partai Golkar.

Bahkan puncak bencana banjir pada 14 Januari 2021 yang mengakibatkan putusnya jembatan Tabunio II dan tergenangnya beberapa titik ruas jalan nasional sehingga menghambat akses dari dan menuju beberapa kota, seperti Pelaihari, Batulicin bahkan Kotabaru.

Berita Lainnya
1 dari 857

Proyek perbaikan jalan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menujang sasaran pembangunan nasional melalui Program Peningkatan Infrastuktur Jalan yang memakan anggaran Rp172,5 miliar, yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2021-2023.

SBSN atau Sukuk Negara ini merupakan inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Kalsel.

“Perbaikan jalan ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, HM Rosehan NB.

Ditambahkan, kalau jalan mulus ini berdampak pada perekonomian, pendidikan hingga kesejahteraan yang melalui jalan ini kembali normal seperti biasanya.

Lebih lanjut mengungkapkan, kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu-lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai.

“Pembangunan di Kalsel selalu dikawal, agar jangan sampai jalanan rusak dibiarkan terlalu lama, sehingga masyarakat gerah, lalu terjadi demo,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya